BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Empat Meter pada 5-8 Oktober
Selasa, 06 Okt 2026, 19:00 WIBJAKARTA - BMKG mengeluarkan, peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 5-8 Oktober 2026. Ketinggian gelombang laut, diperkirakan mencapai empat meter dan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran serta kegiatan masyarakat di pesisir.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg. Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca.
"Peningkatan tinggi gelombang berkaitan dengan kondisi angin yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 6-20 knot," kata BMKG dalam keterangannya, Selasa (6/10).
Sementara di wilayah selatan ekuator, BMKG mengatakan, pola angin didominasi arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 6-25 knot. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Kecepatan angin yang cukup tinggi terpantau antara lain di Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias hingga Lampung. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah:
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat,
- Laut Jawa,
- Selat Makassar,
- Laut Bali,
- Laut Sumbawa,
- Laut Sulawesi,
- Laut Maluku,
- Samudra Pasifik utara Maluku,
- Papua Barat,
- Laut Arafuru.
BMKG juga memprakirakan gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kapal-kapal yang berlayar serta nelayan yang melakukan aktivitas di laut.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5-4 meter meliputi:
- Samudra Hindia barat Bengkulu,
- Samudra Hindia barat Lampung,
- Samudra Hindia selatan Banten,
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat,
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah,
- Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur,
- Samudra Hindia selatan Bali,
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gelombang dengan ketinggian tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil dan nelayan. Masyarakat yang berada di sekitar pantai juga diminta memperhatikan perkembangan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas di kawasan pesisir.
Selain wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter, BMKG memperkirakan sejumlah perairan lain mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter. Kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi karena tinggi gelombang dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan cuaca.
Wilayah yang masuk dalam potensi gelombang 1,25-2,5 meter meliputi:
- Selat Malaka bagian utara,
- Samudra Hindia barat Aceh,
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias,
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai,
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT),
- Laut Jawa bagian barat,
- Laut Jawa bagian tengah,
- Laut Jawa bagian timur,
- Selat Makassar bagian selatan,
- Selat Makassar bagian tengah,
- Laut Sulawesi bagian barat,
- Laut Bali,
- Laut Sumbawa,
- Laut Maluku,
- Samudra Pasifik utara Maluku,
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya,
- Samudra Pasifik utara Papua Barat,
- Samudra Pasifik utara Papua,
- Laut Arafuru bagian tengah,
- Laut Arafuru bagian timur.
BMKG meminta, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan untuk terus memperhatikan perkembangan cuaca. Dan, memantau kondisi gelombang selama 5-8 Oktober 2026.
Informasi tersebut penting menjadi pertimbangan sebelum nelayan maupun pelaku pelayaran melakukan aktivitas di laut. Potensi gelombang hingga 4 meter menjadi perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan.
"Masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan dini serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi laut terbaru. Perkembangan informasi cuaca maritim, prakiraan gelombang, dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG," ujar BMKG. ils/I-1
- gelombang tinggi
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Harga Tembakau Rajangan Kering Tulungagung Tembus Rp130 Ribu per Kilogram
-
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan
-
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Terjadi Desember 2026
-
Disnakertrans Jateng Buka Job Fair MTQ Nasional 2026, Sediakan 3.000 Lowongan Kerja
-
24 Guru se-Sulawesi Bersaing Ciptakan Inovasi Pembelajaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.