Habis Rp152 Miliar! Pasar Induk Banyuwangi Disulap Jadi Super Modern, 871 Kios Dibuka

Minggu, 04 Okt 2026, 23:42 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasar tradisional yang berada di jantung kota itu kini disulap menjadi pusat perdagangan modern dengan 871 kios dan los.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan revitalisasi ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk menghidupkan ekonomi daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasar tradisional yang berada di jantung kota itu kini disulap menjadi pusat perdagangan modern dengan 871 kios dan los — Sumber: istimewa

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat," kata Dody di Jakarta akhir pekan kemarin.

Pasar Induk Banyuwangi berada di lokasi super strategis. Berdekatan dengan bangunan bersejarah seperti Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, serta destinasi wisata Taman Kota Sritanjung dan Taman Blambangan.

Dalam penataan barunya, pasar dibagi menjadi area utara dan selatan, dilengkapi gedung pasar, area pasar basah dan kering, akses pedestrian yang ramah pejalan kaki, serta fasilitas parkir.

Kapasitasnya cukup besar, yakni 871 unit ruang dagang yang terdiri dari 184 kios dan 687 los. Fasilitas tersebut siap menampung 657 pedagang berdasarkan data profil pekerjaan. Untuk kenyamanan pengunjung, disiapkan parkir dengan kapasitas 332 kendaraan roda dua.

Proyek revitalisasi ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU. Pekerjaan fisik dikerjakan oleh PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak Rp152 miliar.

Tak Hanya Pasar, Asrama Inggrisan Juga Direvitalisasi

Dalam satu paket pengembangan kawasan, Kementerian PU juga menyelesaikan revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi. Bangunan bersejarah ini kini dilengkapi gedung pertemuan, hotel, kantor pengelola, klinik, kafe dan galeri, musala, serta museum terbuka.

Keberadaan Asrama Inggrisan yang berdekatan dengan pusat perdagangan diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata kota sekaligus mendorong ekonomi kreatif Banyuwangi.

"Melalui revitalisasi kedua fasilitas tersebut, Kementerian PU menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menunjang aktivitas perdagangan, tetapi juga mendukung penataan kawasan perkotaan, pelestarian daya tarik sejarah, dan pengembangan potensi ekonomi lokal," tutup Dody.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.