Klopp Enggan Berkomentar soal Kasus Finansial Manchester City karena Menghormati Guardiola
Jumat, 02 Okt 2026, 00:04 WIBLIVERPOOL â Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, memilih berhati-hati dalam menanggapi kasus pelanggaran aturan finansial yang menjerat Manchester City. Rasa hormatnya kepada Pep Guardiola dan tim City yang menjadi rival Liverpool dalam sejumlah persaingan gelar Premier League membuat Klopp enggan memberikan penilaian lebih jauh.
Manchester City dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran finansial serius oleh komisi independen pada Selasa. Namun, klub membantah melakukan kesalahan dan diperkirakan akan mengajukan banding. Sanksi terhadap City hingga kini belum ditentukan.
Klopp, 59 tahun, memiliki pengalaman langsung dalam persaingan ketat dengan City. Dalam dua kesempatan, Liverpool yang diasuhnya harus puas menjadi runner-up Premier League dengan selisih hanya satu poin dari City.
Sebelumnya, Klopp sempat bergurau bahwa dirinya akan hadir dalam parade apabila Liverpool akhirnya dianugerahi gelar secara retrospektif akibat perubahan hasil dari kasus City. Namun, pelatih asal Jerman itu kini mengatakan pandangannya telah berubah.
"Saya belum terlalu memikirkannya, meskipun tentu saja saya melihatnya," kata Klopp, Kamis (1/10).
"Saya juga tahu apa yang pernah saya katakan sebelumnya. Kalau suatu hari ada parade, saya akan hadir. Namun, sekarang rasanya tidak seperti itu lagi."
Klopp menegaskan, rasa hormatnya kepada Guardiola serta kualitas permainan Manchester City selama periode persaingan mereka terlalu besar untuk membuatnya memberikan komentar yang berpotensi menghakimi.
"Rasa hormat saya kepada Pep Guardiola dan sepak bola yang dimainkan City selama kami saling berhadapan, ditambah apa yang mereka tunjukkan sebagai lawan kami di level tertinggi, terlalu besar bagi saya untuk mengatakan sesuatu sekarang," ujar Klopp.
Selama sembilan tahun menangani Liverpool, Klopp berhasil membawa klub tersebut meraih sejumlah trofi penting, termasuk Premier League dan Liga Champions, sebelum meninggalkan Anfield pada tahun 2024.
Liverpool dan City menjadi dua kekuatan dominan dalam persaingan Premier League pada era tersebut. Rivalitas keduanya bahkan menghasilkan sejumlah perebutan gelar dengan selisih poin yang sangat tipis.
Meski demikian, Klopp mengatakan dirinya tetap nyaman dengan pencapaian Liverpool selama masa kepemimpinannya, terlepas dari kemungkinan perkembangan baru dalam kasus Manchester City.
"Saya tidak melihat ada alasan untuk meragukan apa yang telah kami capai," demikian inti sikap Klopp mengenai prestasi Liverpool selama berada di Anfield.
Klopp juga memilih tidak berspekulasi mengenai konsekuensi yang mungkin dihadapi City apabila proses hukum dan banding berujung pada sanksi. Menurutnya, proses tersebut sebaiknya dibiarkan berjalan hingga menghasilkan keputusan final.
Dengan sikap tersebut, Klopp memilih menempatkan rasa hormat terhadap rivalitas olahraga di atas spekulasi mengenai kemungkinan perubahan sejarah kompetisi. Bagi Klopp, persaingan Liverpool dan City di lapangan merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya sebagai pelatih, termasuk duel panjang dengan Guardiola dalam perebutan supremasi sepak bola Inggris.
- Manchester City
- Pep Guardiola
- jurgen klopp
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hujan 8 Gol di Etihad, Manchester City Kalahkan Sunderland 5-3
-
10.600 Suporter Siap Penuhi Stadion Surajaya untuk Nonton Pertandingan Persela Vs Persis
-
Pertamina Ambil Alih SPBU Nakal, Penyaluran BBM Subsidi Jadi Sorotan
-
Momen Tepat Kehadiran Penyerang Asal Kroasia Memperkuat Persija Jelang El Clasico Melawan Persib
-
Ekspor Ikan RI Semester 1 2026 Tembus Rp 52,6 Triliun ke 152 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.