Federasi Sepak Bola Swiss Cabut Dukungan untuk Infantino

Jumat, 02 Okt 2026, 00:12 WIB

JENEWA, SWISS — Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) mencabut dukungannya terhadap Gianni Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Keputusan tersebut menjadi perkembangan penting menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

SFV sebelumnya telah menyatakan dukungan kepada Infantino pada Juni 2026. Namun, setelah melakukan peninjauan terhadap perkembangan dalam beberapa bulan terakhir, komite eksekutif federasi Swiss memutuskan membatalkan dukungan tersebut dalam rapat pada 25 September.

Ket. Foto: Gianni Infantino. — Sumber: FIFA

"Keputusan ini diambil setelah penilaian menyeluruh terhadap berbagai perkembangan dalam beberapa bulan terakhir," kata SFV dalam pernyataannya.

Federasi sepak bola Swiss menyebut sejumlah persoalan telah menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai kepemimpinan, tata kelola, transparansi, serta proses pengambilan keputusan di FIFA.

Keputusan SFV memiliki arti khusus karena Infantino merupakan warga Swiss. Selain itu, kantor pusat FIFA dan UEFA juga berada di Swiss.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah rencana Infantino membentuk perusahaan komersial melalui inisiatif FIFA Forward Enterprise (FFE).

Rencana tersebut memungkinkan investor swasta mengambil kepemilikan saham dalam perusahaan yang akan mengelola sejumlah aset komersial FIFA, termasuk kompetisi terbesar seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Rencana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak dan akhirnya dihentikan pada Juli setelah memicu kontroversi di lingkungan sepak bola internasional.

Infantino kemudian mengirim surat kepada seluruh 211 anggota FIFA pada September dan menawarkan pembahasan mengenai reformasi tata kelola serta peninjauan independen terhadap proses pengambilan keputusan FIFA.

Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran federasi Swiss.

Presiden SFV Peter Knabel mengatakan kepemimpinan FIFA harus memenuhi standar tertinggi dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab kelembagaan.

Menurut Knabel, usulan Infantino untuk melakukan konsultasi dengan federasi anggota mengenai reformasi tata kelola merupakan sinyal penting dan berpotensi memperbaiki situasi.

Namun, ia mengatakan sejumlah pertanyaan penting masih belum mendapatkan jawaban.

"Pertanyaan-pertanyaan utama mengenai latar belakang, tanggung jawab, dan proses pengambilan keputusan masih belum terjawab," kata Knabel.

"Karena hal tersebut belum dijelaskan secara meyakinkan, kami tidak dapat membenarkan untuk terus mendukung pencalonan Gianni Infantino."

Pencabutan dukungan dari Swiss menambah daftar federasi Eropa yang telah menarik dukungan terhadap Infantino menjelang pemilihan tahun depan. Federasi sepak bola Inggris, Wales, Prancis, Serbia dan sejumlah negara Eropa lainnya sebelumnya telah mengambil langkah serupa. UEFA juga telah menyatakan akan menghadirkan kandidat alternatif sebelum batas waktu pencalonan.

UEFA dan sejumlah organisasi sepak bola Eropa sebelumnya menyuarakan perubahan dalam tata kelola FIFA. Pada September, empat liga utama Eropa, Premier League Inggris, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, dan LaLiga Spanyol, juga menyerukan reformasi tata kelola FIFA yang lebih luas.

Meski demikian, SFV menegaskan keputusan tersebut tidak berarti mereka akan berhenti bekerja sama dengan FIFA maupun komunitas sepak bola internasional.

Sebagai federasi dari negara tempat FIFA dan UEFA bermarkas, SFV mengatakan mereka menyadari adanya "tanggung jawab khusus" untuk mendorong transparansi, struktur kelembagaan yang kredibel, serta proses pengambilan keputusan yang berdasarkan aturan.

Federasi Swiss juga menyerukan komunitas sepak bola global yang kuat dan bersatu dengan menjunjung integritas.

Di tengah meningkatnya penolakan dari sejumlah federasi Eropa, Infantino masih mendapat dukungan dari beberapa kawasan. Arab Saudi, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, tetap mendukungnya. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) juga termasuk pihak yang masih memberikan dukungan.

Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016 dan kini mencalonkan diri untuk periode berikutnya.

Batas waktu pengajuan nominasi kandidat untuk pemilihan Maret 2027 adalah 18 November 2026. Hingga laporan terbaru tersebut, Infantino masih menjadi satu-satunya kandidat yang secara resmi tercatat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.