Etihad Tempuh Konsultasi Hukum Usai Temuan Pelanggaran Finansial Manchester City

Jumat, 02 Okt 2026, 00:06 WIB

MANCHESTER — Maskapai penerbangan asal Abu Dhabi, Etihad Airways, tengah meminta konsultasi hukum terkait langkah yang dapat ditempuh setelah mengkritik cara Premier League menyampaikan hasil temuan komisi independen terhadap Manchester City.

Pernyataan Etihad tersebut muncul setelah Premier League mengungkap bahwa Manchester City dinyatakan melakukan pelanggaran serius dalam sejumlah pengaturan komersial. Liga menyebut City menggunakan kontrak komersial yang dianggap sebagai “sham” atau transaksi semu dalam skema yang membuat pendapatan klub terlihat lebih tinggi dan biaya lebih rendah.

Ket. Foto: Ilustrasi kru Etihad Airways di markas Manchester City. — Sumber: Manchester City

Menurut Premier League, skema tersebut berdampak pada nilai lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar 19 triliun rupiah selama hampir satu dekade.

Etihad, yang telah menjadi salah satu sponsor utama Manchester City sejak 2009, dengan tegas membantah keterlibatan dalam pengaturan komersial yang tidak semestinya.

"Etihad dengan tegas menolak setiap temuan, kesimpulan, atau implikasi bahwa kami terlibat dalam pengaturan komersial yang tidak semestinya," demikian pernyataan resmi maskapai tersebut.

Etihad juga mempertanyakan proses yang dilakukan Premier League. Maskapai itu mengatakan tidak pernah dihubungi maupun diajak berkonsultasi selama proses pemeriksaan komisi independen berlangsung.

Menurut Etihad, pihaknya juga tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi atau menanggapi materi yang berpotensi memberikan gambaran merugikan terhadap perusahaan.

"Etihad sangat prihatin dengan cara persoalan ini dikomunikasikan kepada publik," demikian pernyataan tersebut.

"Lemahnya kejelasan dan transparansi, ditambah pengungkapan informasi secara selektif, telah menimbulkan dampak yang merugikan terhadap Etihad, meskipun nama maskapai tidak disebut dalam keputusan yang dipublikasikan."

Etihad menilai komunikasi publik Premier League mengenai hasil temuan tersebut, yang menurut mereka didahului oleh kebocoran informasi dan pemberitaan secara selektif, telah berdampak terhadap reputasi perusahaan.

Maskapai tersebut kemudian memutuskan untuk meminta nasihat hukum guna menentukan opsi yang tersedia demi melindungi kepentingannya.

Manchester City sendiri membantah melakukan kesalahan dan telah menyatakan akan mengajukan banding terhadap kesimpulan komisi independen.

Sementara itu, Premier League memilih tidak memberikan tanggapan terhadap pernyataan Etihad.

"Kami berdiri bersama klub, para pendukungnya, dan komunitas Etihad yang lebih luas ketika Manchester City menantang kesimpulan komisi melalui proses yang tersedia bagi klub," kata Etihad.

Etihad sekaligus menegaskan kembali dukungannya terhadap Manchester City dan kemitraan jangka panjang yang telah terjalin dengan klub tersebut.

Kemitraan antara Etihad dan City telah berlangsung sejak 2009 dan menjadi salah satu hubungan komersial penting dalam perkembangan klub asal Manchester tersebut.

Kini, perhatian beralih pada proses banding Manchester City serta kemungkinan langkah hukum yang dapat diambil Etihad setelah maskapai tersebut menyatakan keberatan terhadap cara Premier League mengomunikasikan hasil temuan komisi independen.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.