Perkuat Pasokan Nasional, Sumbawa Dorong Hilirisasi Garam
Kamis, 01 Okt 2026, 08:05 WIBSUMBAWA â Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mendorong hilirisasi komoditas garam melalui pengembangan kawasan pergaraman terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan potensi garam daerah.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Rabu (30/9), mengatakan hasil kajian awal pengembangan kawasan pergaraman menjadi pijakan untuk mengoptimalkan potensi garam daerah secara terintegrasi, mulai dari produksi hingga pengolahan.
"Pengembangan kawasan pergaraman merupakan bagian penting dari upaya mendorong hilirisasi potensi daerah, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani garam, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa dalam mendukung kebutuhan garam nasional," katanya.
Pembahasan hasil kajian awal tersebut dilakukan Pemkab Sumbawa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jakarta.
Menurut Jarot, kajian dan perencanaan yang matang diperlukan agar potensi pergaraman Sumbawa dapat dikembangkan sesuai kebutuhan industri dan pasar.
Hasil kajian tersebut menjadi bahan untuk mematangkan konsep kawasan pergaraman sekaligus memperkuat usulan pembangunan yang dapat mendukung pengembangan sektor tersebut dalam agenda pembangunan nasional.
Pembahasan bersama BRIN juga merupakan bagian dari rangkaian koordinasi Pemkab Sumbawa dengan pemerintah pusat setelah mengikuti audiensi bersama Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Jarot mengatakan pengembangan kawasan pergaraman membutuhkan sinergi lintas sektor karena mencakup peningkatan produksi, pengolahan, pemasaran, infrastruktur, hingga penguatan kelembagaan petani.
"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BRIN, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi besar ini dapat dikembangkan secara terencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Hilirisasi diarahkan agar komoditas garam tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi untuk memperluas manfaat ekonomi di daerah.
Pengembangan rantai usaha dari hulu hingga hilir juga diharapkan meningkatkan posisi petani garam dalam rantai nilai komoditas, sekaligus membuka peluang usaha pada sektor pengolahan dan pemasaran.
Bagi petani, pengelolaan kawasan secara terintegrasi diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan peluang pendapatan.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membangun ekosistem pergaraman yang mampu menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan industri sehingga pemanfaatan potensi garam dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan penguatan produksi dan hilirisasi, Sumbawa diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas garam sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional.
Pemkab Sumbawa selanjutnya akan menggunakan hasil kajian sebagai bahan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait untuk menyusun langkah teknis serta memperkuat usulan pembangunan kawasan pergaraman.
Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi garam, tetapi juga membangun rantai nilai dari hulu hingga hilir agar potensi komoditas dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, masyarakat, dan perekonomian daerah.
- pemkab sumbawa
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.