Bukan Cuma Jual Sembako! Koperasi Bakal Punya Pabrik Minyak Goreng, Dijual di Kopdes
Kamis, 01 Okt 2026, 00:07 WIBJAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan koperasi akan memiliki pabrik minyak goreng dan produknya akan dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
âInsya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri,â ujar Ferry dalam peluncuran Logo Kongres Nasional/Majelis Tahkin ke 42 Syarikat Islam yang digelar di Jakarta, Rabu.
Ferry menyampaikan, minyak goreng yang dihasilkan dari pabrik tersebut nantinya akan dijual di gerai-gerai milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi-koperasi yang lain.
Dengan berkembangnya koperasi ke sektor produksi, dalam hal ini memproduksi minyak goreng, Ferry berharap dapat mengalihkan konsumsi masyarakat dari yang semula menggunakan minyak goreng dari perusahaan besar, menjadi mengonsumsi minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi.
Ia menyoroti bagaimana sekitar 20 perusahaan besar menguasai 52 persen lahan perkebunan sawit di Indonesia, kemudian menguasai pabrik minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), serta berbagai produk turunannya.
âUangnya hanya muter kepada 100â200 keluarga. Jadi, sekarang stop. Kita akan gantikan. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut,â kata Ferry.
Menurut Ferry, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan koperasi untuk kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan sektor industri.
Diwartakan sebelumnya, Ferry meresmikan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8).
Pabrik pengolahan CPO yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk direplikasi di daerah lain.
Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Produk CPO yang dihasilkan saat ini dipasarkan kepada sejumlah mitra industri, salah satunya Wilmar.
Ferry mendorong koperasi sawit memperluas usaha hingga pengolahan produk turunan kelapa sawit, termasuk membangun fasilitas pemurnian minyak goreng (refinery).
- koperasi
- Pabrik
- Minyak Goreng
- Sembako
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Hancur Diterjang Badai, Sektor Pertanian Filipina Rugi 4,1 Miliar Peso
-
Karhutla di Kalteng Mulai Dekati Kawasan Kampus UPR
-
Komisi III DPR Siap Menampung Aspirasi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu
-
Tak Lagi Diatur Tengkulak, 40 Ton Ayam Afkir Jatim Tembus Makassar, Kerja Sama Antarkoperasi Stabilkan Pasar
-
Telan Korban Jiwa, Bupati Sumbawa Pastikan Aktivitas Tambang Ilegal Disetop
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.