Bukan Cuma Tenun, Flobamorata Creative Expo 2026 Siap Bawa Kopi dan Kuliner NTT Tembus Pasar Dunia

Selasa, 29 Sep 2026, 17:40 WIB

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena berharap ajang Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang bakal digelar pada 2–4 Oktober 2026 di Kupang dapat menjadi momentum penting memperluas penetrasi pasar produk unggulan daerah hingga ke mancanegara. 

“Terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama jajaran atas rencana pelaksanaan FCE ini serta sinergi para pemangku kepentingan untuk memastikan produk-produk unggulan NTT memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang,” kata Melki saat menerima Kepala Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (29/9).

Ket. Foto: Gubernur NTT Melki Laka Lena saat bertemu dengan Kepala BI NTT di ruang kerjanya. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT

Melki mengatakan FCE 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal melalui pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan sekaligus memperluas penetrasi produk kopi, wastra, dan kuliner NTT ke pasar nusantara hingga mancanegara.

Gubernur juga mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Kita perlu tumbuhkan minat dan bakat anak-anak kita baik itu anak sekolah atau mahasiswa dalam wirausaha untuk pengembangan potensi UMKM yang kita punya,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Melki juga menekankan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal bagi masyarakat yang ingin memulai usaha sesuai potensi dan kemampuan dalam mengelola UMKM.

Kepala Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan FCE 2026 merupakan rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest (ETF).

“Dengan konsep yang lebih luas, FCE tidak hanya mengangkat tenun atau wastra, tetapi juga menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi alam Nusa Tenggara Timur,” katanya.

FCE 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Mall Kota Kupang dengan tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”.

Rangkaian kegiatan meliputi talkshow dan masterclass, kompetisi wastra, kopi dan kuliner, UMKM Expo, business matching, serta konsultasi ekspor dan pembiayaan perbankan.

Adidoyo mengatakan FCE juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga peluang ekspor.

Selain itu, kegiatan itu juga akan menghadirkan literasi dan edukasi masyarakat, seperti talkshow perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, konsultasi pembiayaan perbankan, perpustakaan keliling, dan bedah buku.

FCE 2026 juga membawa subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae” yang bermakna “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit” sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat NTT, khususnya di Pulau Flores yang terdampak bencana alam.

Solidaritas tersebut diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM, lelang tenun khusus yang seluruh hasilnya didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana, serta kanal donasi melalui QRIS ChariTree.

  • melki laka lena
  • bi ntt
  • flobamorata creative expo
  • fce 2026
  • umkm ntt

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.