Ribuan Warga Madrid Demo Bela Nenek 87 Tahun yang Diusir dari Rumahnya

Minggu, 27 Sep 2026, 05:00 WIB

Madrid – Ribuan orang berbaris di Madrid pada Sabtu (26/9) untuk memprotes pengusiran seorang perempuan berusia 87 tahun dari rumah yang telah ditempatinya sepanjang hidup, yang terjadi awal pekan ini. Mereka menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi para penyewa.

Gambar Maricarmen Abascal yang dievakuasi dari apartemennya di Madrid menggunakan tandu pada Rabu setelah polisi mendobrak pintunya kembali menyoroti krisis perumahan di Spanyol menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Ket. Foto: Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan dan membawa spanduk yang menyerukan langkah-langkah untuk mempersulit pengusiran penyewa. — Sumber: AFP

Para demonstran meneriakkan slogan dan membawa spanduk yang menyerukan langkah-langkah untuk menekan kenaikan biaya perumahan serta mempersulit proses pengusiran saat mereka berunjuk rasa di pusat Madrid.

"Anda bisa menjadi Maricarmen berikutnya," demikian bunyi salah satu spanduk.

Abascal, yang kini menjadi simbol krisis perumahan di Spanyol, mengajak warga Spanyol bergabung dalam perjuangan tersebut melalui pesan video yang diunggah secara daring hanya beberapa jam sebelum aksi berlangsung.

"Saya ingin apa yang terjadi kepada saya menjadi pelajaran agar hal serupa tidak terjadi pada orang lain," katanya dari rumah sakit, tempat dia menjalani perawatan akibat kelelahan setelah diusir dari rumahnya.

"Saya ingin ini mendorong orang-orang untuk berjuang dan membantu mengubah undang-undang yang telah memungkinkan saya diusir," tambahnya dalam video yang diunggah oleh serikat penyewa utama di Spanyol.

Menurut serikat tersebut, Abascal terpaksa meninggalkan apartemen yang telah ditempatinya selama 70 tahun setelah sebuah perusahaan real estat membeli properti itu dan menaikkan harga sewanya sebesar 275 persen menjadi 2.650 euro (sekitar 3.000 dolar AS).

Perdana Menteri Spanyol dari Partai Sosialis, Pedro Sanchez, yang tahun lalu berjanji menjadikan perumahan sebagai prioritas pemerintah, kini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengambil tindakan. Protes rutin telah digelar di berbagai wilayah Spanyol sejak pengusiran Abascal.

Pemerintah Sanchez diperkirakan menyetujui paket kebijakan yang dijuluki "Dekret Maricarmen" dalam rapat kabinet berikutnya. Paket tersebut antara lain mencakup perpanjangan otomatis kontrak sewa serta pembatasan lebih lanjut terhadap pengusiran penyewa.

Namun, belum jelas apakah paket tersebut akan mendapat persetujuan parlemen karena pemerintahan Sanchez tidak memiliki mayoritas.

Meskipun rancangan undang-undang serupa ditolak pada awal tahun ini, kasus Abascal meningkatkan tekanan terhadap partai-partai politik untuk mengambil tindakan terkait persoalan perumahan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.