Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Finansial, Siap Ajukan Banding
Minggu, 27 Sep 2026, 00:10 WIBMANCHESTER â Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran regulasi finansial Premier League. Putusan tersebut menjadi perkembangan besar dalam kasus yang telah membayangi klub selama bertahun-tahun.
Laporan mengenai hasil putusan komisi independen tersebut pertama kali diberitakan The Athletic pada Sabtu (26/9). Sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan dan klub diperkirakan akan mengajukan banding. Premier League juga belum mengonfirmasi rincian putusan tersebut secara resmi.
Manchester City didakwa Premier League pada 2023 setelah penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran regulasi finansial dalam periode 2009 hingga 2018.
Dari total 115 dakwaan, 80 di antaranya berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial, sementara 35 dakwaan lainnya terkait tuduhan bahwa klub tidak bekerja sama dalam proses penyelidikan Premier League.
Kasus tersebut kemudian dibawa ke komisi independen. Persidangan berlangsung pada 2024 dan melibatkan pemeriksaan terhadap berbagai tuduhan terkait laporan keuangan, pendapatan sponsor, pembayaran kepada pemain dan pelatih, serta kepatuhan terhadap aturan keberlanjutan finansial.
Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut. Klub menegaskan bahwa mereka memiliki bukti yang menurut mereka dapat membantah dakwaan Premier League.
Hingga kini, belum ada keputusan mengenai jenis hukuman yang akan dijatuhkan kepada Manchester City.
Klub menyatakan proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah bagian penting masih harus diselesaikan. City juga menegaskan bahwa posisi mereka tetap sama seperti ketika kasus tersebut pertama kali diumumkan pada Februari 2023.
âProses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang masih harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat,â demikian pernyataan klub.
âPosisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023.â
City juga mengatakan mereka telah menghormati proses hukum dengan keyakinan bahwa Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil.
Jika putusan tersebut berujung pada sanksi, bentuk hukuman yang mungkin dijatuhkan dapat mencakup denda, pengurangan poin, hingga sanksi yang lebih berat, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari Premier League.
Namun, belum ada keputusan final mengenai bentuk maupun besaran hukuman. Karena City diperkirakan mengajukan banding, proses tersebut masih dapat berlangsung lebih panjang.
Everton dan Nottingham Forest sebelumnya mendapat pengurangan poin pada musim 2023/2024 akibat pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules (PSR), meski kasus mereka berbeda dengan perkara Manchester City.
Potensi sanksi juga dapat memunculkan pertanyaan mengenai status sejumlah gelar yang diraih City selama periode yang menjadi objek penyelidikan. Namun, sejauh ini belum ada keputusan bahwa gelar-gelar tersebut akan dicabut.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai kemungkinan pencabutan gelar.
Kasus ini bermula dari dokumen yang dipublikasikan majalah Jerman Der Spiegel pada 2018.
Dokumen tersebut, yang disebut sebagai korespondensi internal, memunculkan tuduhan mengenai pencatatan pendapatan sponsor dari perusahaan yang terkait dengan Abu Dhabi. Dokumen lain juga diklaim berkaitan dengan pembayaran kepada mantan manajer City, Roberto Mancini.
Pada 2020, UEFA pernah menjatuhkan larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun kepada City karena pelanggaran aturan Financial Fair Play. Namun, hukuman tersebut kemudian dibatalkan oleh Court of Arbitration for Sport (CAS).
Kasus Premier League berbeda karena tidak memiliki batas waktu lima tahun seperti yang menjadi salah satu faktor dalam perkara UEFA sebelumnya.
Perkara ini mencakup periode ketika Manchester City mulai menjelma menjadi kekuatan utama sepak bola Inggris setelah diambil alih Abu Dhabi United Group pada 2008.
Dalam 15 musim terakhir, City telah meraih delapan gelar Premier League, selain trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub pada 2023.
Jika nantinya terdapat sanksi yang berkaitan dengan hasil kompetisi pada periode tersebut, klub-klub lain yang terdampak juga berpotensi mengajukan tuntutan. Namun, konsekuensi terhadap gelar maupun hasil pertandingan masih bergantung pada keputusan akhir dan proses hukum berikutnya.
Mantan bek Manchester United Rio Ferdinand, yang menjadi bagian dari skuad United ketika finis sebagai runner-up di belakang City pada musim 2011/2012, turut menyinggung kemungkinan tersebut melalui media sosial.
Sementara itu, Rodri, mantan pemain City yang kini memperkuat Barcelona, menyatakan keyakinannya terhadap proses hukum dan klub lamanya.
Menariknya, perkembangan kasus finansial tersebut datang ketika City tetap tampil kuat di lapangan.
Manchester City memimpin klasemen Premier League setelah meraih kemenangan 5-3 atas Sunderland pada 20 September. Hasil itu membuat mereka mempertahankan rekor sempurna di awal musim di bawah pelatih baru Enzo Maresca.
Maresca juga mendapat dukungan besar di bursa transfer. City mengeluarkan sekitar 460 juta pound, atau sekitar 10,90 triliun rupiah, untuk mendatangkan sejumlah pemain baru.
Dalam laporan tersebut, beberapa nama yang disebut antara lain Enzo Fernandez, Elliot Anderson, dan Ayyoub Bouaddi.
Kini, perhatian tertuju pada proses banding dan keputusan mengenai sanksi. Untuk saat ini, hukuman akhir Manchester City belum ditetapkan, sehingga dampak terhadap posisi klub, gelar masa lalu, maupun skuad mereka masih belum dapat dipastikan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Warga Hadapi Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PMI Langsung Turun Beri Bantuan
-
Perkuat Keselamatan Transportasi Nasional, 471 Perwira Transportasi Kemenhub Dilantik di Makassar
-
Hujan 8 Gol di Etihad, Manchester City Kalahkan Sunderland 5-3
-
Sampah Menumpuk? PU Tambah Anggaran TPS3R Jadi 136 Lokasi di 2027
-
Prabowo Diundang Putin ke Forum Ekonomi Rusia, Ini Kepentingan Strategis Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.