Kementerian PU Percepat Uji Coba Kedua Sistem Transaksi Tol Nontunai, Nirsentuh, dan Nirhenti

Minggu, 27 Sep 2026, 14:57 WIB

SEMARANG - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mempercepat uji coba kedua sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti atau Multi Lane Free Flow (MLFF) sebelum melangkah ke tahap semikomersial apabila pengujian berhasil.

Ia mengatakan uji coba kedua diperlukan karena pengujian sebelumnya belum menghasilkan kesimpulan mengenai keberhasilan sistem MLFF.

Ket. Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo — Sumber: antara foto

“MLFF itu lagi dipercepat untuk uji coba kedua. Uji coba pertama kan enggak konklusif. Gagal enggak, sukses juga enggak,” kata Dody di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (27/9).

Menurut dia, keberhasilan uji coba kedua akan menjadi dasar untuk melanjutkan sistem tersebut ke tahapan yang ia sebut sebagai setengah komersial.

“Kalau uji coba kedua sukses, kita masuk ke setengah komersial,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada tahapan tersebut sistem akan diuji dalam kondisi yang lebih mendekati pengoperasian sebenarnya dengan pemasangan perangkat pada sejumlah titik.

“Setengah komersialnya baru kita tes benar-benar. Nanti kita akan meng-install beberapa titik,” ungkap Menteri PU.

Dody mengatakan pengujian juga ditujukan untuk memastikan kemampuan teknologi yang digunakan benar-benar sesuai dengan konsep MLFF, yakni transaksi tol dapat berlangsung tanpa kendaraan perlu berhenti di gerbang.

Menurut dia, Kementerian PU tetap menjalankan proses tersebut sesuai dengan kontrak yang telah disepakati serta berupaya mempercepat setiap tahapannya.

“Saya cuma mengikuti kontrak. Saya mengikuti kontrak saja, enggak lebih, enggak kurang. Tugas saya mempercepat agar prosesnya itu lebih cepat,” ucap Dody.

Sebelumnya pada 12 Agustus 2026, ia menyebut uji coba ulang MLFF direncanakan berlangsung di dua titik. Salah satunya direncanakan di Bali, sedangkan satu lokasi lain masih dibahas bersama para pemangku kepentingan terkait.

Pada Juni 2026, Kementerian PU menyebut total transaksi harian di gerbang tol mencapai sekitar 4 juta transaksi.

MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), dengan transaksi melalui aplikasi Cantas yang diintegrasikan dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) milik Korlantas Polri.

Dalam daftar proyek nasional Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU yang tersedia saat ini, Sistem Transaksi Non-Tunai Berbasis MLFF/GNSS tercantum sebagai proyek berskala nasional dengan nilai Rp1,12 triliun.

Nilai tersebut merupakan nilai proyek yang tercantum dalam basis data pemerintah, bukan nilai pengeluaran yang telah direalisasikan oleh pelaksana proyek.

BPJT sebelumnya menegaskan penerapan MLFF dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, pengguna, regulasi, integrasi sistem, keamanan data, dan dukungan operasional.

  • Uji Coba
  • Kementerian PU
  • Percepat
  • Sistem Transaksi Tol Nontunai, Nirsentuh, dan Nirhenti

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.