Hari Bhakti Postel 81 Memacu Konektivitas Digital yang Bermanfaat

Minggu, 27 Sep 2026, 23:27 WIB

Bandung - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyebutkan semangat perayaan hari Bhakti Postel ke-81 menjadi katalisator untuk memacu kehadiran konektivitas yang bermanfaat (meaningful connection) di Indonesia dalam era digital.

Hal itu salah satunya dapat terlihat dari sinergi antara pemerintah dan para pelaku industri yang baru-baru ini berhasil menyelenggarakan lelang frekuensi 700 MHz dan 2.6 GHz untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas konektivitas.

Ket. Foto: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026). — Sumber: Antara

"Bagi teman-teman operator seluler dan di lingkungan komunikasi (frekuensi) itu sangat penting untuk cakupan area teknologi 4G, sangat penting untuk menutup semua daerah blank spot. Lalu 2.6 GHz itu untuk lompatan kita untuk kualitas 5G," kata Angga dalam wawancara cegat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu.

Angga Raka optimistis bahwa dengan ketiga operator seluler mendapatkan bagian dari frekuensi yang baru dilelang tersebut, maka percepatan pemerataan akses konektivitas khususnya peningkatan kualitas internet lewat jaringan 5G di Indonesia bisa diakselerasi mengikuti target Pemerintah untuk 2029.

Berdasarkan dokumen Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk 2025-2029, cakupan jaringan 5G pada 2025 mencapai 4,4 persen dan pada 2029 diharapkan bisa mencapai 7 persen atau hampir dua kali lipatnya.

Sementara itu laporan GSMA Mobile Economy Asia Pacific 2026 yang menunjukkan situasi terbaru pada 2026, menyebutkan cakupan jaringan 5G di Indonesia saat ini mencapai 10 persen dari total populasi dan diproyeksikan bisa mencapai 32 persen pada 2030.

Data-data itu menunjukkan percepatan pemanfaatan spektrum frekuensi untuk meningkatkan cakupan dan kualitas konektivitas digital di Indonesia menjadi andal sudah berada di jalur yang tepat.

Dengan semakin kuat konektivitas digital tersebut, maka harapannya masyarakat Indonesia tidak sekadar terhubung ke layanan digital, tapi, juga bisa berdaya menghadirkan inovasi dan solusi setelah terhubung ke layanan digital tersebut.

"Inilah arah pembangunan digital yang perlu terus kita dorong. Dari sekadar menghubungkan menjadi memberdayakan. Kita ingin setiap kemajuan teknologi pada akhirnya bermuara pada kehidupan masyarakat yang lebih mudah, lebih produktif, dan lebih aman. Dan manfaat itu harus dirasakan oleh seluruh masyarakat di seluruh Indonesia tanpa terkecuali," ujar Angga Raka.

Hari Bhakti Postel merupakan peringatan momentum mempertahankan kedaulatan bangsa lewat telekomunikasi saat Indonesia baru menyatakan kemerdekaan.

Momentum bersejarah itu terjadi pada 27 September 1945 ketika Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) berhasil merebut dan mengambil alih Kantor Pusat Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung dari tangan militer Jepang.

Berkat kegigihan itu, informasi penting yang diperjuangkan menjadi lebih bergema karena para pemuda itu memungkinkan telegram pertama kemerdekaan RI tersebar ke kancah global.

  • Hari Bhakti Postel

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.