Jalan Nasional Solok–Lubuk Selasih Pulih, KemenPU Kebut Normalisasi Pascabanjir Bandang
Sabtu, 26 Sep 2026, 12:38 WIBJAKARTA â Konektivitas jalan nasional di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali pulih pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ruas Bts. Kota SolokâLubuk Selasih sudah bisa dilalui kendaraan dari dua arah sejak Selasa (22/9).
Sebelumnya, ruas nasional tersebut sempat lumpuh total akibat tertutup material banjir sepanjang 150 meter dengan ketebalan lumpur 30â50 sentimeter.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembukaan kembali jalur nasional menjadi prioritas utama untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah. Setelah akses terbuka, pihaknya terus melakukan pembersihan sisa material agar jalan aman dan nyaman dilalui.
"InsyaAllah, dengan ikhtiar bersama seluruh unsur di lapangan, penanganan dapat terus dipercepat. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus hadir dan memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat," kata Menteri Dody.
Tak hanya memulihkan konektivitas, Kementerian PU juga memperluas penanganan ke infrastruktur penunjang di sekitar jalan nasional yang terdampak.
Berdasarkan pemeriksaan awal, ada 11 gedung perkantoran di koridor terdampak, tiga di antaranya rusak berat yakni Kantor DPRD, Sekretariat DPRD, dan Kantor Dinas PUPR. Tiga gedung tersebut tidak direkomendasikan direhabilitasi dan harus direlokasi karena sudah menjadi aliran sungai.
"Kungkinan yang rusak berat itu harus relokasi karena strukturnya itu sudah tidak bisa dan tidak layak bangunan tersebut direhab-rekon lagi. Pada prinsipnya tidak boleh membangun di lokasi yang sudah jadi aliran sungai," jelas Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar, Maria Doeni Isa.
Pada Jumat (25/9/2026), Kementerian PU mengerahkan excavator, 4 unit dump truck, dan 1 unit hydraulic breaker untuk pembersihan di Kantor DPRD dan Kantor Badan Pendapatan Daerah.
Penanganan juga menyasar fasilitas publik di sepanjang jalur konektivitas, yakni Puskesmas Kayu Jao dengan pembangunan ulang pagar dan rekayasa drainase agar terkoneksi ke pembuangan akhir, Masjid Raya Ikhlas Ar-Rahman Kayu Aro dengan pengerahan dua alat berat dan 30 pekerja, serta Mushalla Al-Izzah dengan pembersihan manual dan peninggian elevasi halaman.
Selain konektivitas jalan, Kementerian PU juga memulihkan layanan dasar dengan memperbaiki jaringan perpipaan PDAM yang putus dan menyuplai 50 meter kubik air bersih per hari menggunakan tiga unit mobil tangki.
Kementerian PU menegaskan penanganan tidak berhenti setelah jalan nasional kembali fungsional, tetapi dilanjutkan dengan penataan infrastruktur yang lebih aman dan adaptif terhadap risiko banjir di masa depan.
- Pemulihan Pascabencana
- Sumatra Barat
- Kementerian PU
- Akses Jalan Nasional
- korban banjir solok
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Banjir 6 Hari Nonstop Terjang Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo Ambruk - KemenPU Turun Tangan
-
Terbesar Ketiga di Indonesia, KemenPU Siap Bangun Bendungan Raksasa Rp9,8 Triliun di Sultra
-
KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.