Tetesan Air dari Penyulingan Uap Panas Bumi
Jumat, 25 Sep 2026, 07:37 WIBPULAU kecil Palue yang berada di Utara Pulau Flores memiliki karakter berbeda dari banyak destinasi wisata di Flores. Pulau ini dibentuk oleh aktivitas vulkanik Gunung Rokatenda sehingga lanskapnya didominasi perbukitan, lereng curam, lembah, kawasan pesisir, dan jejak aktivitas gunung api.
Keunikan Palue justru terletak pada pertemuan antara gunung api, laut, panas bumi, dan kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sikka memasukkan sejumlah objek di Palue sebagai potensi pariwisata alam yang potensial untuk dijual ke wisatawan.
Ada beberapa menarik antara lain Gunung Api Rokatenda, penyulingan uap panas bumi, dan Pantai Pasir Putih Reruwairere. Sedangkan untuk daya tarik wisata budaya, terdapat pula Gua Maria Kesokoja, Pati Karapu, dan Tu Teu.
Dengan kekayaan yang dimiliki karena itu, perjalanan ke Palue lebih tepat dipandang sebagai perjalanan eksplorasi pulau vulkanik daripada sekadar liburan pantai. Bagi wisatawan pecinta geologi atau vulkanologi, pulau ini bisa menjadi destinasi wajib.
Objek paling penting sekaligus elemen yang membentuk identitas Palue adalah Gunung Rokatenda. Gunung api ini berada di bagian tengah pulau dan menjadi sumber pembentukan bentang alam Palue.
Dalam dokumen usulan warisan geologi Kabupaten Sikka, Rokatenda dicatat sebagai gunung api tipe strato. Salah satu produk letusannya yang menarik adalah aliran lava hasil erupsi 2013 yang mengalir ke sisi utara dari puncak kawah.
Bagi wisatawan, Rokatenda dapat dinikmati bukan hanya dengan mendaki. Bentuk gunung, lereng, lembah dan material vulkaniknya dapat diamati dari berbagai bagian pulau. Aktivitas yang menarik dilakukan adalah menjelajah lanskap vulkanik, mengamati batuan dan bentang lahan hasil aktivitas gunung api, serta memotret panorama gunung dengan latar Laut Flores.
Namun, Rokatenda adalah gunung api aktif. Karena itu, pendakian atau aktivitas mendekati kawasan gunung harus mengikuti informasi dan pembatasan resmi PVMBG. Gunung api aktif tidak dapat diperlakukan seperti gunung wisata biasa.
Aliran Lava
Salah satu daya tarik geowisata Palue adalah jejak material vulkanik yang membentuk lanskap pulau. Dokumen Pemerintah Kabupaten Sikka secara khusus mengusulkan aliran lava Gunung Rokatenda hasil erupsi 2013 sebagai salah satu bentang alam yang menarik untuk dikunjungi. Bagi wisatawan yang tertarik pada geologi, kawasan semacam ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana letusan gunung api mengubah permukaan sebuah pulau.
Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain geowalk, fotografi lanskap, dan pengamatan batuan dengan didampingi warga atau pemandu lokal. Bukan untuk mengambil batu sebagai cendera mata, melainkan memahami bagaimana material tersebut terbentuk dan bagaimana lava kemudian mengalami pelapukan.
Bukan hanya pecinta geologi saja, lanskap pulau ini cukup menarik bagi fotografer karena permukaan batuan vulkanik dapat menghasilkan kontras dengan vegetasi, permukiman, dan laut di sekitarnya. Pada sore atau pagi hari pulau ini menawarkan panorama yang menawan.
Salah satu pengalaman paling khas di Palue justru tidak ditemukan dalam bentuk pantai atau gunung, melainkan uap panas bumi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan air. Masyarakat di sejumlah desa memanfaatkan panas bumi untuk menghasilkan air melalui proses pengembunan uap. Instalasi tradisional menggunakan bambu dapat dijumpai antara lain di Rokirole, Kesokoja, dan Reruwairere.
Dalam sistem tersebut, bambu dipasang pada tanah yang mengeluarkan uap panas. Uap kemudian dialirkan melalui bambu yang dipasang menurun sehingga mengalami kondensasi dan airnya ditampung. Fenomena ini menjadi salah satu contoh menarik hubungan antara geologi dan kehidupan manusia.
Wisatawan dapat mengunjungi lokasi penyulingan dengan pendampingan warga, melihat prosesnya, dan memahami bagaimana panas dari sistem vulkanik bawah permukaan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Lokasi pengembunan atau penyulingan tradisional uap panas bumi (disebut Poa oleh warga setempat) tersebar di beberapa titik di kawasan perbukitan dan lereng gunung ini. Yang menarik, objek ini tidak perlu dibuat menjadi atraksi buatan, karena kehidupan masyarakat sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Mata Air Panas Reruwairere
Selain instalasi penyulingan uap, kawasan Reruwairere memiliki fenomena panas bumi yang menarik. Dokumen perencanaan Kabupaten Sikka mencatat Mata Air Panas Reruwairere sebagai salah satu objek wisata Palue.
Sumber pemerintah daerah juga menyebut keberadaan mata air panas di kawasan tersebut sebagai manifestasi panas bumi. Lokasinya menarik karena memperlihatkan hubungan antara aktivitas vulkanik dengan kawasan pesisir.
Aktivitas yang dapat dilakukan adalah mengamati fenomena geotermal, fotografi, serta mempelajari proses terbentuknya sumber air panas. Jika kondisi dan fasilitas setempat memungkinkan, wisatawan dapat menikmati pengalaman di sekitar sumber air panas, tetapi jangan masuk atau menyentuh air sebelum mengetahui suhu dan kondisi keamanannya.
Pada akhirnya, perjalanan ke Palue bukan semata-mata tentang mencari pantai yang indah. Daya tarik terbesarnya justru terletak pada kesempatan untuk melihat sebuah pulau gunung api yang masih hidupâdan manusia yang telah lama belajar hidup Âbersamanya. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.