Ayo Tambah Medali Emas! Kebangkitan Bulu Tangkis Beregu Putra Jadi Sorotan, Energinya Harus Menyebar
Jumat, 25 Sep 2026, 04:12 WIBJAKARTA - Selalu ada kisah heroik dari arena olahraga, termasuk dalam Asian Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.
Di antara heroisme itu adalah cara para pebulu tangkis Indonesia memenangkan medali emas beregu putra, dalam final menghadapi China di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis malam.
Mereka melakukan pembalikan ajaib melawan tim yang favorit untuk merebut medali emas bulu tangkis beregu putra ketika sudah tertinggal 0-2.
China, yang berambisi mengawinkan medali emas nomor beregu setelah tim putri mereka dikalungi medali emas karena menaklukkan Jepang 3-0 dalam final, langsung memimpin 2-0 setelah memenangkan tunggal pertama dan ganda pertama.
China sepertinyja sudah di atas angin setelah Shi Yuqi mengalahkan Jonatan Christie pada partai pertama, dan Liang Weikeng/Wang Chang menundukkan Fajar Alfian/ Muhammad Shohibul Fikri pada partai kedua.
Tak dinyana, dalam partai ketiga, atau tunggal kedua, Alwi Farhan bertarung spartan nan heroik dalam tiga gim untuk menjaga asa medali emas Indonesia.
Gigih dan pantang menyerah, Alwi yang berperingkat 10 dunia membuktikan diri bahwa dia memang lebih baik daripada Li Shifeng.
Dia menang 23-21, 15-21, dan 21-16, yang tidak saja karena faktor teknik dan determinasi, tapi juga oleh mental yang lebih kuat dari lawannya.
Lalu pada ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Martin benar-benar menaikkan harapan emas Indonesia walau dipaksa bertarung ketat oleh He Je Ting/Liu Yi pada gim pertama sampai mereka menang dengan 23-21.
Pada gim kedua, energi dan kepercayaan diri mereka terlihat semakin besar saja sampai akhirnya memenangkan gim itu dalam cara yang lebih mudah ketimbang yang mereka lakukan pada gim pertama, dengan menang 21-10.
Itu adalah selisih poin terbesar dalam final beregu putra Asian Games 2026.
Kekuatan mental
Lalu tiba waktunya Mohamad Zaki Ubaidilah memutuskan medali apa yang bakal didapatkan Indonesia dari beregu putra.
China mungkin masih dalam mode percaya diri, karena Weng Hong Yang yang dihadapi Ubaidilah memiliki peringkat agak jauh di atas tunggal putra Indonesia itu.
Sepertinya keyakinan China akan sejalan di lapangan karena Ubaidilah sempat tercecer pada awal-awal pertandingan.
Tetapi, Ubaidilah menjadi pihak yang memenangkan pertarungan mental sampai akhirnya memenangkan gim pertama dengan 23-21, dan lalu melesat pada gim kedua dengan 21-13 ketika Weng sudah benar-benar jatuh mental.
Epilognya, Indonesia pun mendapatkan medali emas pertamanya dari Asian Games 2026Â setelah lima hari menantikan hal itu.
Peringkat Indonesia pun naik delapan tingkat ke posisi 16, dengan total 20 keping medali, yang terdiri dari satu medali emas, empat medali perak, dan 15 medali perunggu.
Total medali yang diperoleh Indonesia itu melebihi total medali yang dikumpulkan oleh 8 dari 9 peserta yang berada di atas Indonesia dalam daftar perolehan medali Asian Games 2026 sampai 24 September, termasuk Thailand yang sudah mengumpulkan 16 medali, yang lima di antaranya medali emas.
Apakah Indonesia bisa mendekati atau bahkan menyalip Thailand yang berada di peringkat ketujuh dalam klasemen medali Asian Games 2026?
Untuk menjawab "ya, bisa" untuk pertanyaan itu, para atlet Indonesia perlu belajar dari cara tim bulu tangkis beregu putra berjuang membalikkan hal yang nyaris mustahil.
Keterampilan teknis atlet Indonesia mungkin tak jauh dari China, tapi kekuatan mental, fokus dan kepercayaan diri menjadi aset besar lainnya yang dimiliki Indonesia sehingga pertandingan dimenangkan oleh pihak yang awalnya tidak diunggulkan.
Sikap dan mentalitas itulah yang terekspos dari Alwi Farhan, Leo Carnando, Daniel Martin, dan Mohamad Zaki Ubaidilah.
Bisa lampaui target
Kekuatan mental mereka mesti menjadi virus yang menulari bukan saja atlet-atlet bulu tangkis Indonesia yang lain, tapi juga atlet-atlet Indonesia dalam cabang olahraga lain dalam Asian Games ini.
Itu termasuk mereka yang bertarung pada cabang panahan, panjat tebing, angkat besi, balap sepeda, dan esports, yang disebut-disebut berpeluang besar menyumbangkan medali emas.
Tetapi, dari keberhasilan emas bulu tangkis beregu putra, Indonesia setidaknya kini bisa berharap bahwa tunggal putra dan ganda putra dapat mengulang penampilan emas mereka dalam nomor perseorangan.
Yang juga mesti disorot dari sukses bulu tangkis beregu putra adalah perlunya tampil tetap tenang, percaya diri, menyingkirkan skenario negatif, dan berusaha melepaskan beban, walau tahu tuntutan mendapatkan medali emas amatlah besar.
Ubaidilah memiliki mentalitas seperti itu, yang dia ungkapkan kepada wartawan setelah mengakhiri perlawanan Weng Hong Yang. Dengan mentalitas seperti itu Ubaidillah bermain solid sampai Weng kesulitan mencari kelemahannya.
Yang terjadi kemudian, Weng malah jatuh mental yang memperburuk keadaan dirinya di lapangan sampai menyerah dalam selisih poin yang besar pada gim kedua. Keadaan itu akhirnya memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya pada Asian Games 2026.
Apa yang ditunjukkan Ubaidillah sebagai kekuatan mental adalah juga yang umum ditekankan oleh atlet-atlet besar untuk bagaimana seharusnya memenangkan kompetisi.
Para legenda dunia seperti Usain Bolt, Carl Lewis, dan Jessica Ennis, juga menyatakan hal serupa bahwa mental yang tangguh, yakni berani melepaskan kekhawatiran dan membuang jauh-jauh sikap ragu dari dalam diri, adalah faktor yang sangat penting dalam meraih kemenangan.
Pelajaran hebat lain yang didapatkan dari para legenda itu dan juga dari sukses emas bulu tangkis beregu putra pada Asian Games 2026Â adalah tidak ada yang tidak mungkin di arena olah raga. Apalagi bagi atlet-atlet yang memiliki kemampuan teknis tinggi dan terbiasa berada di podium juara.
Di antara atlet dengan kelas ini, selain bulu tangkis, adalah mereka yang berkompetisi di panjat tebing, angkat besi, dan esports, yang merupakan cabang-cabang yang berani menargetkan medali emas.
Jika virus sukses bulutangkis beregu putra juga menulari mereka, maka perolehan medali emas Indonesia dari Asian Games 2026 niscaya bertambah.
Tak mustahil pula melewati target empat medali emas atau bahkan menyalip Thailand. Tak ada yang mustahil dalam olah raga.
- Bulu Tangkis
- medali emas
- Asian Games 2026
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Gedung Rusak Pascagempa, Sekolah di Labuan Bajo Belum Terapkan Pembelajaran di Dalam Ruangan
-
Kapal pesiar jadi tempat tinggal atlet Asian Games 2026
-
Takumi Hojo Raih Emas Pertama Asian Games 2026, Jepang Langsung Berpesta
-
Jepang Kerahkan 10.000 Polisi Amankan Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Indonesia Lolos ke Semifinal Bulu Tangkis Beregu Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.