Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan, KemenPU Terjunkan 10 Pompa di Karawang
Kamis, 24 Sep 2026, 15:26 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melakukan langkah cepat menghadapi ancaman kekeringan yang melanda sentra produksi pertanian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 10 unit pompa berkapasitas 5,5 HP diterjunkan untuk membantu mengairi 300 hektare sawah di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan air.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kondisi kekeringan. Kementerian PU terus melakukan penanganan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan agar intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
âDi tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,â kata Menteri Dody di Jakarta, Kamis (24/9).
Kegiatan pompanisasi oleh BBWS Citarum diawali dengan pembuatan dam parit untuk meninggikan muka air, sehingga air dari Saluran Pembuang (SP) Wadas dapat dipompa dan dialirkan menuju lahan sawah petani. Selanjutnya, sebanyak 10 unit pompa berkapasitas 5,5 HP dioperasikan dengan debit masing-masing sekitar 10â18 liter per detik untuk mengoptimalkan pasokan air ke lahan pertanian. Air dari pompa didistribusikan melalui irigasi tanah sepanjang 1387,48 meter layanan irigasi sekitar 300 hektare sawah yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan air.
Ketua Kelompok Tani Sekar Mulya, Marzuki, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PU melalui BBWS Citarum atas penanganan kekeringan yang dilakukan melalui pompanisasi. Dukungan pasokan air tersebut sangat membantu ketersediaan air bagi lahan pertanian petani, terlebih saat ini sawah tengah memasuki masa tanam.Â
Selain pompanisasi, BBWS Citarum juga melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Salah satunya melalui Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi Sekunder Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur di Saluran Sekunder (SS) Sasak, Desa Kutamakmur, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.
Kegiatan normalisasi saluran dimulai pada 11 September 2026 meliputi penggalian tanah serta pembersihan rumput liar, gulma, eceng gondok, dan sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan menggunakan alat berat excavator dengan target sepanjang 3.200 meter dengan cakupan layanan irigasi sekitar 244 hektare di Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, dan Cilebar.
Dengan kegiatan normalisasi saluran sekunder tersebut diharapkan jaringan irigasi tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung upaya penambahan debit air ke lahan pertanian. Ke depan, perbaikan jaringan irigasi dan normalisasi saluran terus dilakukan sesuai kondisi lapangan guna memperluas jangkauan pemompaan dan meningkatkan keandalan layanan air bagi petani.
Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Barat dan berperan dalam menopang pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat, termasuk wilayah Jabodetabek. Karena itu, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian, terutama ketika kondisi kekeringan mulai berdampak pada lahan sawah.
Untuk mempercepat respons terhadap dampak kekeringan, BBWS Citarum juga membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun penanganan terkait kondisi kekeringan, kebutuhan air, dan permasalahan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Citarum dengan hotline 0821-2117-5600 atau menghubungi posko bencana kekeringan 0852-1800-5600.Â
- Jawa Barat (Jabar)
- Karawang
- dampak El Nino
- Kementerian PU
- bantuan pompa air
- bencana kekeringan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Terbesar Ketiga di Indonesia, KemenPU Siap Bangun Bendungan Raksasa Rp9,8 Triliun di Sultra
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026
-
Banjir 6 Hari Nonstop Terjang Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo Ambruk - KemenPU Turun Tangan
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.