- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gaza Masih Krisis BBM, PBB...
Gaza Masih Krisis BBM, PBB Sebut Bantuan yang Masuk Belum Cukup Memadai
Kamis, 24 Sep 2026, 15:28 WIBJENEWA - Menyambut baik diizinkannya gelombang terbaru berupa 550.000 liter bahan bakar minyak (BBM) masuk ke Gaza, badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (23/9) mengatakan para mitranya memperingatkan bahwa volume impor secara keseluruhan masih di bawah batas minimum yang dibutuhkan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan bahwa bahan bakar yang diizinkan masuk pada Selasa (22/9) tersebut akan membantu layanan-layanan dasar tetap beroperasi, namun jumlah tersebut masih jauh dari memadai.
OCHA menuturkan bahwa alokasi dana sebesar 2 juta dollar AS pada Kamis (17/9) lalu dari dana kemanusiaan yang dikelola OCHA untuk wilayah Palestina yang diduduki, bersama dengan donasi terbaru dari Qatar, merupakan langkah penanggulangan sementara guna mendanai pasokan bahan bakar bagi fasilitas-fasilitas medis di Gaza.
"Pendanaan tambahan sangat dibutuhkan untuk mempertahankan ketersediaan bahan bakar dan mencegah perlambatan yang berbahaya pada layanan kesehatan, penyediaan air, operasi penyelamatan, pembersihan puing, serta layanan-layanan penting lainnya," ungkap OCHA.
Kantor itu mengatakan bahwa para mitranya melaporkan penggunaan generator cadangan secara ekstensif saat ini tidak dapat dipertahankan. Persetujuan untuk oli mesin, suku cadang, panel surya, masuknya bahan bakar komersial, serta dilanjutkannya kembali operasional di Pembangkit Listrik Gaza merupakan hal yang krusial.
OCHA memaparkan menjelang musim hujan, para mitranya yang menangani pengelolaan lokasi pengungsian melaporkan bahwa 989 dari 1.764 lokasi pengungsian yang dikaji di seluruh Gaza berada di kawasan berisiko banjir sedang hingga tinggi. Lokasi-lokasi tersebut menampung sekitar 1 juta jiwa.
"Banyak keluarga pengungsi bertahan di tempat-tempat penampungan yang kondisinya kian memburuk sejak musim dingin tahun lalu, dengan perlindungan yang terbatas, sistem drainase yang tidak memadai, serta kekurangan kasur, selimut, dan barang kebutuhan pokok rumah tangga lainnya," papar OCHA. "Para mitra memperingatkan bahwa sekitar 400.000 jiwa mungkin perlu direlokasi begitu hujan lebat mulai turun."
Kantor tersebut mengatakan bahwa hingga saat itu tiba, para mitranya sedang meningkatkan sistem drainase, memperkuat tempat penampungan, menyalurkan material dan peralatan penting, serta berupaya membantu warga yang telah memilih untuk direlokasi. Kendati demikian, sumber daya yang ada terbatas dan lahan yang tersedia pun sangat minim. Ant
Berita Terkait:
-
Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius
-
Bantu Korban Bencana NTT, Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar
-
Wamenkomdigi Ungkap Tantangan “AI” dalam Peradilan
-
Demutualisasi BEI Dimulai, OJK Pasang Rem Kepemilikan Saham Maksimal 5 Persen
-
Hasil Liga Spanyol: Barcelona Puncaki Klasemen Usai Taklukkan Athletic Club 2-0
-
Bebas UKT Hingga Gratis Biaya Wisuda, Undana Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Korban Gempa Flores
-
Konsisten Layani Nasabah, Tim Telemarketing Chubb Terus Tingkatkan Profesionalisme
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.