Pertumbuhan Mesti Ditopang Investasi Fisik

Selasa, 22 Sep 2026, 01:25 WIB

JAKARTA – Sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif, Pemprov Jakarta disarankan terus memantau realisasi investasi fisik dan kemudahan perizinan berusaha. “Investasi sangat penting untuk mendorong peningkatan infrastruktur guna menambah kapasitas ekonomi,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, Senin.

Kadarmanto menjelaskan, realisasi investasi yang perlu dipantau mencakup konstruksi dan barang modal atau nonkonstruksi. Selain investasi, Pemprov juga perlu terus memantau indikator pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) dan kontribusi masing-masing lapangan usaha karena ini menjadi ukuran utama aktivitas ekonomi.

Ket. Foto: Pekerja dibantu alat berat menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (30/4). — Sumber: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Indikator lainnya yang juga perlu dipantau adalah konsumsi rumah tangga, indeks harga konsumsi (IHK), inflasi, ketenagakerjaan, perdagangan, pariwisata, mobilitas, dan penyerapan belanja pemerintah. Kadarmanto melanjutnya, indikator IHK dan inflasi mempengaruhi daya beli dan usaha. Indikator ketenagakerjaan menggambarkan penciptaan pekerjaan dan daya beli.

Sedangkan indikator perdagangan penting dipantau karena mencerminkan aktivitas ekonomi internal atau eksternal dan kebutuhan produksi. Selanjutnya, terkait pariwisata dan mobilitas penting juga untuk dipantau. Sebab mereka itu menggerakkan jasa, perdagangan, hotel, restoran dan transportasi. Sedangkan penyerapan belanja pemerintah penting dipantau karena menggambarkan konsumsi pemerintah dalam menggerakkan ekonomi.

“Secara ringkas, ada tiga kelompok indikator untuk memotret kondisi ekonomi dan memberikan early warning berbasis perkembangan data. Ketiganya, adalah konsumsi dan daya beli, inflasi dan harga pangan, serta ketenagakerjaan dan investasi,” kata Kadarmanto,

Mengenai potret ekonomi Jakarta, data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada Triwulan II-2026 masih positif, di angka 5,52 persen secara tahunan. Angka ini berarti meningkat 1,52 persen secara triwulan. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi 9,52 persen secara tahunan.

Dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 14,70 persen secara tahunan. Kadarmanto menyampaikan struktur ekonomi masih didominasi perdagangan besar, eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor dengan kontribusi 18,24 persen. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.