Karhutla Makin Meluas, BI Salurkan Rp2,97 Miliar untuk Warga di 7 Provinsi

Selasa, 22 Sep 2026, 13:23 WIB

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,97 miliar kepada masyarakat di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

Gubernur BI Destry Damayanti dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/7), menyampaikan keprihatinan atas dampak karhutla yang dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.

Ket. Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti yang didampingi Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) daerah setempat dan pemerintah daerah di Balikpapan, Minggu (20/9). — Sumber: Antara

Destry menegaskan dukungan bank sentral kepada masyarakat dan daerah terdampak dengan mengarahkan seluruh Kantor Perwakilan BI di wilayah terdampak untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan diberikan secara tepat sasaran sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Bantuan yang disalurkan mencakup penguatan sarana operasional pemadaman, perangkat medis untuk penanganan gangguan pernapasan, posko layanan kesehatan gratis, serta dukungan ketahanan pangan keluarga.

Selain bantuan tersebut, BI mengerahkan 40 tenaga kesehatan pada 21-27 September 2026 untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak.

Layanan kesehatan tersebut diberikan di 10 titik di wilayah Kalimantan dan Sumatra, meliputi pemeriksaan medis, terapi inhalasi darurat, serta pemberian obat-obatan untuk menangani gangguan pernapasan.

BI menyatakan akan terus memaksimalkan sumber daya dan jaringan Kantor Perwakilan di daerah untuk mendukung pemulihan pascabencana, termasuk melalui sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BI dalam mendukung pemulihan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Komitmen itu sejalan dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terkait edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta lingkungan (EMPL) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di wilayah terdampak.

BI turut menyampaikan apresiasi kepada BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh mitra yang mendukung penanganan karhutla.

Menurut BI, sinergi dan gotong royong tersebut akan terus diperkuat untuk membantu masyarakat terdampak memenuhi kebutuhan sekaligus memulihkan aktivitas setelah bencana.

Hotspot Meningkat

Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan sebanyak 1.532 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di sejumlah provinsi hingga 20 September 2026.

Jumlah tersebut meningkat 209 titik dibandingkan 1.323 hotspot yang terdeteksi pada Sabtu (19/9).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla, terutama di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

"Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu (20/9) pukul 23.59 WIB, secara nasional terdeteksi 1.532 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 209 titik dibandingkan 1.323 titik pada Sabtu (19/9)," kata Ristianto.

Data hingga 20 September 2026 menunjukkan Kalteng menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 968 titik, disusul Sumatera Selatan 285 titik, Kalimantan Barat 98 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Jambi 26 titik, dan Riau satu titik.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla masih membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk dukungan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh asap dan kebakaran.

  • Karhutla 2026

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.