Atlet Indonesia Caroline Tempati Peringkat Kedelapan di Modern Pentathlon Asian Games
Kamis, 17 Sep 2026, 22:27 WIBNagoya - Atlet modern pentathlon putri Indonesia Caroline Bangun menjaga asa untuk melaju ke final setelah menempati peringkat kedelapan pada babak semifinal Grup A Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Anjo Sports Centre, Aichi, Jepang, Kamis.
Caroline mengumpulkan 1.351 poin dari empat nomor yang dipertandingkan, sementara wakil Indonesia lainnya, Nurfa Qalbi, menempati peringkat ke-12 dengan 1.170 poin dari total 17 atlet yang bersaing.
"Saya sangat senang karena ini pertama kalinya saya bertanding dengan format baru. Walaupun terasa sangat asing, saya bangga dengan diri saya bisa menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan hari ini," kata Caroline keterangan di Nagoya.
Pada Asian Games edisi ke-20, cabang olahraga modern pentathlon menerapkan format kompetisi baru dengan mengganti nomor berkuda menjadi obstacle run atau lari rintangan.
Selain itu, para atlet dituntut menyelesaikan empat nomor, yakni anggar, obstacle run, renang, dan laser run dalam waktu sekitar 90 menit.
Caroline mengaku format tersebut cukup mengejutkan karena para atlet harus bergerak cepat dari satu nomor ke nomor berikutnya, termasuk saat berganti pakaian.
"Cukup mengejutkan karena kami harus bergerak cepat dan terburu-buru ganti baju untuk memasuki babak selanjutnya," kata ujar Caroline.
Pada nomor anggar, langkah Caroline dan Nurfa harus terhenti pada babak 16 besar. Caroline takluk dari atlet Kazakhstan, Petrova, sedangkan Nurfa dihentikan S. Seoung dari Korea Selatan.
Caroline kemudian bangkit pada nomor obstacle run dengan tampil impresif dan menempati peringkat keempat. Sementara itu, Nurfa finis di posisi ke-10.
Performa Caroline kembali menguat pada nomor renang. Ia menempati peringkat kedua dari seluruh peserta semifinal Grup A, sedangkan Nurfa berada di posisi kelima.
Pada nomor terakhir, laser run, Caroline finis di peringkat kesembilan dan Nurfa di posisi ke-14. Keduanya harus menjaga konsentrasi dalam menembak sekaligus mempertahankan stamina berlari di tengah cuaca panas Aichi.
Caroline mengatakan penampilannya pada semifinal menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Ia bertekad meningkatkan kemampuan mental dan lari, sembari mempertahankan performa pada nomor yang menjadi kekuatannya.
"Saya ingin meningkatkan mental dan kemampuan lari. Saya agak lemah di nomor lari, tetapi untuk nomor kuat saya seperti obstacle run dan renang, saya usahakan bisa masuk lima besar," kata Caroline.
Ia mengakui persaingan di nomor tersebut berlangsung ketat, terutama menghadapi atlet dari China, Korea Selatan, dan Jepang.
"Persaingan di sini sangat kuat, terutama dari China, Korea Selatan, dan Jepang yang menjadi kompetitor terberat. Namun, harapan saya tentu saja bisa meraih juara," ujar Caroline.
- Asian Games 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kandas di Perebutan Medali, Perjuangan Aditya Tetap Dipuji Federasi Panjat Tebing Indonesia
-
Rahmat Erwin Abdullah Rebut Emas Angkat Besi Putra 75 Kg Asian Games 2026
-
Emas..Emas, Bertarung Gagah Perkasa Jatuh Bangun, Leo/Daniel Persembahkan Medali Emas Ganda Putra Bulu Tangkis
-
Tim Esports Pokemon Unite Raih Perak untuk Indonesia di Asian Games usai Kalah dari Jepang
-
Final Bulu Tangkis Asian Games, Laga Superketat, Set Pertama Amri/Nita Tertinggal 19-21
-
Emas..emas..emas, Ashrifah Jadi Srikandi Asia Raih Medali Emas Panahan
-
Desak Made Sumbang Emas untuk Indonesia dari Panjat Tebing Asian Games 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.