Ballon d'Or 2026 Memanas, Mbappe dan Yamal Saling Klaim Layak Menang

Rabu, 16 Sep 2026, 04:00 WIB

Paris - Kurang dari dua pekan sebelum pemungutan suara Ballon d'Or ditutup, sejumlah kandidat terkemuka mulai gencar melakukan kampanye untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut.

Promosi diri seperti ini merupakan perkembangan yang relatif baru dalam olahraga beregu. Hingga beberapa tahun lalu, penghargaan individu bergengsi tersebut cenderung tidak banyak menjadi perhatian hingga tiba waktunya untuk diserahkan.

Ket. Foto: Winger Barcelona Lamine Yamal merayakan golnya dalam kemenangan atas Levante yang mempertahankan rekor sempurna klub pada musim ini. — Sumber: AFP

Namun, kini Ballon d'Or mendominasi pembicaraan sepak bola selama beberapa bulan ketika musim baru kompetisi Eropa masih mulai menemukan ritmenya.

Trofi tersebut akan diberikan pada 26 Oktober, sedangkan persaingan memasuki tahap akhir sejak 8 September ketika France Football sebagai penyelenggara penghargaan mengumumkan 30 kandidat yang akan bersaing menggantikan Ousmane Dembele.

Acara penganugerahan akan berlangsung di London, meskipun hanya lima dari 30 kandidat yang bermain di Liga Inggris.

Penghargaan tersebut memang tidak disertai hadiah uang tunai, tetapi kemenangan Ballon d'Or dapat meningkatkan pendapatan dan status pemain maupun klub mereka.

Sejumlah pemain memiliki klausul bonus terkait penghargaan tersebut dalam kontrak mereka, sementara Ballon d'Or juga meningkatkan nilai pemasaran pemain secara keseluruhan, sekaligus meningkatkan daya tarik klubnya.

Dua pemain dengan jumlah kemenangan Ballon d'Or terbanyak sepanjang sejarah, Lionel Messi dengan delapan trofi dan Cristiano Ronaldo dengan lima trofi, sama-sama memiliki pendapatan tahunan dari sponsor yang menurut Forbes diperkirakan mencapai lebih dari 65 juta dolar AS.

Klub juga dapat berharap penjualan merchandise meningkat apabila salah satu pemain mereka memenangkan penghargaan tersebut.

Sekitar 100 wartawan yang diundang, masing-masing mewakili satu dari 100 negara teratas dalam peringkat FIFA, akan memberikan suara.

Dengan belum adanya kandidat yang benar-benar menjadi favorit, para pemain bintang dan agensi hubungan masyarakat (PR) mereka meningkatkan kampanye. Berbagai pencapaian pun ditonjolkan secara terbuka untuk mengumpulkan suara.

"Saya pantas"

"Bagi saya, Mbappe dan saya adalah dua pemain terbaik di dunia," kata Lamine Yamal, yang memenangkan Piala Dunia dan La Liga pada 2026, dalam wawancara dengan Movistar Plus.

"Saya benar-benar berpikir bahwa sebagai pemain terbaik di dunia, mungkin hanya ada dua dari kami, dan tahun ini saya pantas mendapatkannya karena apa yang telah saya menangkan," tambah pemain berusia 19 tahun itu.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan terhadap pemain Prancis Kylian Mbappe yang beberapa hari sebelumnya menekankan sifat individual penghargaan tersebut.

Mbappe tidak memenangkan trofi bersama Real Madrid maupun timnas Prancis sepanjang tahun ini. Prancis bahkan kalah dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia. Namun, Mbappe mencetak 10 gol di Piala Dunia sehingga total koleksinya menjadi 22 gol, terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.

"Menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati semua legenda besar dalam sejarah olahraga di turnamen paling penting yang ada, merupakan sesuatu yang sangat menonjol dan menjadi peristiwa global. Siapa yang saya pilih? Diri saya sendiri," kata penyerang tersebut.

Mbappe juga menjadi pencetak gol terbanyak La Liga dan Liga Champions pada musim lalu.

Pelatihnya, Jose Mourinho, tidak ragu mendukung argumen tersebut.

"Kita tahu siapa yang telah mencetak sejarah pada musim panas ini, dan dia bukan pemain PSG atau tim nasional Spanyol," kata Mourinho.

Pada 2024, Real Madrid memboikot acara penghargaan tersebut setelah mengetahui sesaat sebelum keberangkatan bahwa tidak satu pun dari tujuh pemain mereka yang masuk nominasi berhasil memenangkan penghargaan.

PSG memiliki 10 kandidat

Tahun ini, Paris Saint-Germain (PSG) mencatat rekor dengan menempatkan 10 pemain dalam daftar nominasi setelah mempertahankan gelar Liga Champions.

Jumlah kandidat yang besar tersebut, serta reputasi PSG sebagai tim yang mengedepankan semangat kolektif, justru dapat menjadi faktor yang merugikan dalam persaingan individu.

Tiga kandidat utama PSG adalah Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Fabian Ruiz. Ruiz menjadi satu-satunya pemain dalam daftar yang tahun ini berhasil memenangkan Liga Champions sekaligus Piala Dunia.

"Mengapa tidak bermimpi?"

"Mengapa tidak bermimpi?" kata gelandang Spanyol yang dikenal rendah hati tersebut kepada televisi Prancis.

PSG menolak memilih satu pemain secara khusus, tetapi berpendapat bahwa pemenang Ballon d'Or harus berasal dari skuad mereka.

"Kvara dan Doue adalah pemain yang luar biasa. Bagi saya, Kvara bisa memenangkan Ballon d'Or, begitu juga Dembele dan pemain lainnya," kata pelatih PSG Luis Enrique.

Dembele mengatakan kepada France Football bahwa dirinya tidak akan berusaha memengaruhi pemungutan suara.

"Biarkan pemain terbaik yang menang. Bagaimanapun, bukan kami yang memberikan suara," katanya. "Saya tidak pernah menjual diri. Mereka yang akan memutuskan."

Sementara itu, kapten timnas Inggris Harry Kane memilih tetap bungkam. Kane mencetak 73 gol saat membawa Bayern Munich meraih dua gelar domestik Jerman serta mengantarkan Inggris finis di posisi ketiga Piala Dunia.

Bayern Munich justru aktif mendukung pemain andalannya dengan membuat video berisi pernyataan para pemain yang menilai Kane layak memenangkan Ballon d'Or.

"Dia pantas memenangkannya, 100 persen, tanpa keraguan," kata pemain asal Kolombia Luis Diaz, yang juga masuk dalam daftar kandidat.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.