- Home
-
- Luar Negeri
-
- Terburuk dalam Sejarah, Wa...
Terburuk dalam Sejarah, Wabah Ebola di Kongo Sudah Renggut 3.400 Nyawa
Minggu, 13 Sep 2026, 20:07 WIBKINSHASA - Laporan situasi terbaru pemerintah Republik Demokratik (RD) Kongo yang dirilis Sabtu (12/9) menyebutkan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di negara itu telah menembus 7.000, dengan hampir 3.400 kematian.
Hingga 10 September, otoritas kesehatan telah mencatat 7.022 kasus terkonfirmasi dan 3.398 kematian, sehingga tingkat kematian kasus mencapai 48,4 persen. Sementara itu, sebanyak 1.671 pasien telah dinyatakan pulih.
Wabah tersebut kini telah berdampak pada 62 zona kesehatan di tujuh provinsi. Sud-Ubangi menjadi provinsi paling baru yang terdampak setelah satu kasus terkonfirmasi di wilayah itu, ungkap otoritas setempat pada Kamis (10/9).
Pasien tersebut, seorang pria berusia 23 tahun dengan riwayat perjalanan dari Provinsi Kivu Selatan, dilaporkan telah meninggal dunia.
Sud-Ubangi tidak berbatasan dengan satu pun dari enam provinsi yang sebelumnya telah melaporkan kasus terkonfirmasi Ebola, yaitu Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, Tshopo, dan Bas-Uele.
Wabah saat ini, yang dinyatakan pada Mei lalu, menjadi epidemi Ebola terbesar dan paling mematikan dalam sejarah RD Kongo sekaligus wabah terbesar kedua di dunia, setelah epidemi 2014-2016 di Afrika Barat. Ant
Berita Terkait:
-
Jangan Panik! Ini SOP yang Aman Saat Mobil Mogok di Perjalanan
-
Pameran filateli di Bandung
-
Dirut PLN: Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia
-
PKK Jaksel Edukasi Pilah Sampah untuk Hidupkan Ekonomi Keluarga
-
Thomas Tuchel Umumkan 27 Pemain Inggris untuk Nations League, Trent dan Palmer Kembali
-
Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah
-
Monitor Gaming Native 1000Hz dari LG Mulai Pre-Order di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.