Foto: Inovasi pertanian melon berkelanjutan di Ngawi

Petani muda memanen buah melon premium yang dibudidayakan dengan menerapkan inovasi pertanian berkelanjutan di rumah kaca Ladang Arunika, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Budi daya melon tersebut menggunakan sistem hidroponik irigasi tetes dengan media cocopeat atau serbuk sabut kelapa serta memanfaatkan limbah biomassa sisa panen sehingga petani dapat membudidayakan varietas unggul Fujisawa, Sweetnet, Hami, dan Dalmation yang dapat dipanen hingga empat kali setahun dengan tingkat kemanisan 15-16 Brix dan produksi mencapai 1,3 ton setiap panen, kemudian memasarkannya dengan harga Rp30.000-Rp45.000 per kilogram melalui wisata petik melon serta jaringan supermarket di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. 

Doc. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.