Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
Kamis, 03 Sep 2026, 23:35 WIBBANDA ACEH â Pengembangan plasma nutfah sapi bukan sekadar menjaga keberadaan ternak lokal, tetapi juga merawat kekayaan genetik yang menjadi modal penting bagi masa depan peternakan Indonesia.
Beragam sapi lokal memiliki kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tropis, efisiensi dalam memanfaatkan pakan, serta karakter genetik yang tidak dimiliki bangsa sapi lain.
Di tengah kebutuhan peningkatan produksi daging, upaya pemuliaan dan pelestarian menjadi semakin penting.
Pengembangan plasma nutfah dapat dilakukan melalui pembibitan, penguatan reproduksi, konservasi genetik, hingga pemanfaatan teknologi peternakan, sehingga sapi lokal tidak hanya terlindungi dari erosi genetik, tetapi juga mampu memberi nilai ekonomi lebih besar bagi peternak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian setempat mengembangkan plasma nutfah sapi Aceh di daerah pulau terluar di Provinsi Aceh yakni di Kecamatan Pulau Aceh.
âPengembangan Plasma nutfah sapi Aceh ini merupakan bagian untuk menjaga agar kekayaan sumber daya genetik hewan lokal asli Aceh dapat terus dijaga keasliannya,â kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Uzir di Lambaro, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan program plasma nutfah di Kecamatan Pulo Aceh tepatnya di Pulau Nasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menjaga keaslian sapi lokal yang dimiliki daerah itu.
Ia menyebutkan pengembangan plasma nutfah sapi Aceh di Kecamatan Pulo Aceh tersebut dengan membina sebanyak lima kelompok peternak yang ada di kecamatan tersebut.
Adapun lima kelompok peternak penerima program plasma nutfah sapi Aceh masing-masing tersebar di Rabo, Alue Reueng, Pasi Janeng, Lamteng dan Deudap
Pihaknya meyakini dengan dengan pembinaan program plasma nutfah sapi Aceh tersebut dapat menjaga rumpun sapi lokal asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu lestari, sekaligus dapat memenuhi kebutuhan daging secara berkelanjutan.
Ia menyebutkan target produksi daging sapi di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2026 mencapai 1.394 ton guna memenuhi permintaan daging untuk wilayah Aceh Besar khususnya dan Aceh umumnya.
- sapi aceh
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.