Foto: Kerupuk Rambak Rizqiku, Kisah Perjuangan UMKM Lancar Barokah Pendampingan YDBA Menembus Pasar
Perjalanan UMKM Lancar Barokah dalam mengembangkan produk Kerupuk Rambak Rizqiku tidak lepas dari berbagai tantangan. Usaha yang dirintis oleh Bu Yatini tersebut mulai berproduksi pada 2019 dengan mengandalkan modal sendiri sebesar Rp150 juta. Namun, tidak lama setelah memulai usaha, pandemi COVID-19 menjadi tantangan yang harus dihadapi. Kondisi pandemi memberikan tekanan terhadap aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat. Perubahan pola konsumsi serta situasi pasar yang tidak menentu membuat pelaku UMKM harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan. Bagi Bu Yatini, kondisi tersebut menjadi ujian sekaligus pengalaman berharga dalam menjalankan usaha. Meski menghadapi situasi sulit, Bu Yatini tidak menyerah. UMKM Lancar Barokah tetap berupaya mempertahankan kegiatan produksi dan menjaga kualitas Kerupuk Rambak Rizqiku. Perlahan, usaha tersebut mulai kembali berkembang seiring dengan membaiknya kondisi pasar dan meningkatnya kepercayaan konsumen.
Kini, Kerupuk Rambak Rizqiku menjadi produk yang diandalkan UMKM Lancar Barokah. Usaha tersebut mampu mencatat omzet sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan. Capaian ini menjadi hasil dari konsistensi dan ketekunan Bu Yatini dalam mempertahankan usahanya sejak pertama kali dirintis.
Dengan pengalaman menjalankan usaha sejak 2019, Bu Yatini terus berupaya membawa Kerupuk Rambak Rizqiku agar semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk menjadi salah satu perhatian utama dalam mempertahankan kepercayaan konsumen
Dalam perjalanan pengembangan usaha, UMKM Lancar Barokah juga memperoleh pendampingan dari YDBA. Pendampingan tersebut membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kemampuan serta mengembangkan bisnis secara lebih terarah. Bagi Bu Yatini, pendampingan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan UMKM Lancar Barokah. Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk terus melakukan perbaikan, baik dalam pengelolaan usaha, peningkatan kualitas produk maupun pengembangan pemasaran.
“Dalam menjalankan usaha, jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Terus belajar, menjaga kualitas produk, dan berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumen. Kami berharap Lancar Barokah dapat terus berkembang dan Kerupuk Rambak Rizqiku semakin dikenal oleh masyarakat,” pesan Bu Yatini.Perjalanan Lancar Barokah sejak 2019 menunjukkan bahwa membangun usaha membutuhkan ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Berawal dari modal sendiri sebesar Rp150 juta, melewati tantangan pandemi, hingga kini mampu mencatat omzet puluhan juta rupiah setiap bulan, Bu Yatini membuktikan bahwa tantangan bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Ke depan, UMKM Lancar Barokah berharap Kerupuk Rambak Rizqiku dapat semakin dikenal masyarakat dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan terus menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, serta memanfaatkan pendampingan yang tersedia, Bu Yatini optimistis Lancar Barokah dapat tumbuh menjadi UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan usaha, UMKM Lancar Barokah terus berupaya meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengelolaan usaha, serta memperluas pemasaran Kerupuk Rambak Rizqiku.
Ke depan, UMKM Lancar Barokah berharap Kerupuk Rambak Rizqiku dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan menjaga kualitas produk serta terus meningkatkan kapasitas usaha, Lancar Barokah optimistis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.