Setop Bangun di Sempadan Sungai! Menteri PU: Ini Penyebab Banjir Tanjungpinang
Senin, 31 Agu 2026, 15:13 WIBTANJUNGPINANGâ Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendorong penanganan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan pada infrastruktur Waduk Srikaton, tetapi juga memperhatikan kondisi aliran sungai hingga ke bagian hilir dan muara.
Hal tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung Infrastruktur Waduk Srikaton di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu (30/8). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody didampingi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian PU Wilayah Kepulauan Riau.
âArea sempadan sungai di bagian hilir tidak dibangun bangunan liar dan melakukan pengecekan terhadap saluran dari area hilir sampai dengan area muara untuk memastikan terdapat sedimen yang parah ataupun bottleneck yang menyebabkan banjir,â kata Menteri Dody.
Waduk Srikaton sendiri memiliki luas lahan 2,93 hektare dengan kapasitas tampungan mencapai 80.588 meter kubik. Saat hujan lebat, infrastruktur tersebut mampu menampung volume air atau debit banjir puncak yang masuk ke kolam hingga 51.588 meter kubik.
Keberadaan Waduk Srikaton menjadi salah satu bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang. Infrastruktur tersebut mampu mereduksi banjir sebesar 1,79 persen dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS).
Revitalisasi Sungai Terusan
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga meninjau Sungai Terusan yang merupakan jaringan kanal lama dan memiliki nilai historis sebagai bagian dari peninggalan masa Kerajaan Melayu. Menteri Dody mengarahkan agar Sungai Terusan dapat direvitalisasi dan dioptimalkan Kembali. Sehingga fungsi serta potensinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para nelayan.
Untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh, Menteri Dody menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Saat ini, kondisi Sungai Terusan mengalami penyempitan yang antara lain disebabkan oleh pertumbuhan tanaman bakau. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan kembali fungsi kanal.
âSaya telah menginstruksikan BWS Sumatera IV Batam untuk melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan, sehingga kondisi lapangan dapat terlihat secara menyeluruh dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,â tutur Menteri Dody.
- Tanjungpinang
- Kementerian PU
- Infrastruktur Penanganan Banjir
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.