PT KAI Terapkan Pendekatan “Safety at Scale” di Perlintasan Sebidang
Senin, 31 Agu 2026, 22:00 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia menerapkan pendekatan safety at scale pada 190 titik prioritas perlintasan sebidang. Kebijakan tersebut mencakup pemetaan risiko keselamatan pada 1.214 lokasi perlintasan di seluruh wilayah operasional.
Langkah pengamanan ini mendukung pertumbuhan angkutan massal yang melayani 307,86 juta pelanggan hingga Juli 2026. KAI Commuter melayani 242,93 juta pelanggan, sedangkan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal mencapai 35,26 juta.
United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat) melaporkan data keselamatan jalan harian pada Minggu (30/8). Organisasi internasional tersebut mencatat kecelakaan lalulintas jalan merenggut 3.260 jiwa setiap hari secara global.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan penerapan standar keselamatan jaringan perkeretaapian di Jakarta. Program prioritas keselamatan tersebut dilaksanakan pada sembilan Daerah Operasi (Daop) dan empat Divisi Regional (Divre).
âSemakin tinggi intensitas perjalanan, semakin besar kebutuhan terhadap disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi di sepanjang jaringan,â ujar Anne.
Peningkatan fasilitas keselamatan mencakup ketersediaan gardu, rambu, serta alat komunikasi untuk petugas di perlintasan. Perseroan menyiagakan Sumber Daya Manusia (SDM) tersertifikasi beserta tahapan teknis pemasangan pintu perlintasan sebidang.
Pemetaan risiko pada 1.214 titik perlintasan menemukan 43 lokasi yang berada pada kategori risiko tinggi. Data pemetaan tersebut merinci 630 lokasi risiko sedang, 538 risiko rendah, serta tiga sangat rendah.
Anne mengemukakan bahwa penyusunan skema penanganan perlintasan sebidang didasarkan atas hasil evaluasi risiko lapangan. KAI bersama para pemangku kepentingan juga berhasil menuntaskan penutupan 172 perlintasan sebidang target program.
âPemetaan risiko membuat penanganan dapat disusun berdasarkan kondisi lapangan. Karakter lalu lintas jalan, status perlintasan, lingkungan, dan intensitas perjalanan kereta berbeda pada setiap lokasi,â kata Anne.
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026 menguatkan Train Safety & Security System serta intelligent rail service. Program modernisasi sarana ini mengusung tema utama Strengthening Operational and Organizational Foundations pada tingkat korporasi.
Anne menegaskan bahwa aspek keselamatan operasional kereta api memerlukan kesadaran dan partisipasi dari publik. Masyarakat beraktivitas secara intensif pada kawasan perlintasan sebidang yang bersinggungan langsung dengan jalur kereta.
âTeknologi dan fasilitas memberikan lapisan perlindungan. Disiplin pengguna jalan, kepatuhan terhadap rambu dan koordinasi antarinstansi melengkapi lapisan tersebut,â ucap Anne. ils/I-1
- PT KAI
- perlintasan sebidang
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Alcaraz Merasa Segar Secara Mental Jelang Tampil di Shanghai Masters
-
Suntik Dana Rp250 Juta, DPKP Kalsel Bagikan Bibit Gratis ke 65 Posyandu
-
Mendadak 4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Ternyata karena Alasan Ini
-
Permudah Akses WLKP, Kemnaker Sediakan Tiga Pusat Aduan
-
Samsat Sigi: Penerimaan PKB Capai Rp10,7 Miliar Selama Program Insentif
-
Perkuat Penanganan Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut
-
Mengagetkan Ini Sampai Terjadi, Polda Usut Pembongkaran Cagar Budaya Eks Rumah Jawatan Kantor Pos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.