Melon dari Bulak Peni, Manisnya Panen untuk Kemandirian Pangan Kulon Progo
Sabtu, 22 Agu 2026, 22:25 WIBKULON PROGO â Di hamparan lahan Lumbung Mataraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), geliat pertanian tampil dengan wajah lebih segar.
Kelompok tani setempat menggelar panen melon, bukan sekadar sebagai penanda keberhasilan budidaya, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.
Panen melon tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki ruang untuk berkembang melalui komoditas bernilai ekonomi dan pengelolaan yang lebih modern.
Di tengah tantangan regenerasi petani, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan pertanian sebagai pilihan usaha yang menarik bagi generasi muda.
Bagi petani milenial, lahan pertanian tidak lagi semata-mata identik dengan pekerjaan tradisional. Budidaya melon dapat menjadi contoh bahwa dengan inovasi, teknologi, dan pengelolaan usaha yang tepat, pertanian mampu menawarkan peluang ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Dari Bulak Peni, panen melon pun membawa pesan sederhana: kemandirian pangan tidak hanya dibangun dari luasnya lahan, tetapi juga dari keberanian menghadirkan inovasi dan melibatkan generasi muda untuk meneruskan masa depan pertanian.
Kelompok tani di Lumbung Mataraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar panen melon sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus menarik minat petani milenial.
âBupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Sabtu, mengapresiasi kualitas panen melon yang dibudidayakan kawasan tersebut karena menunjukkan kecukupan nutrisi tanaman yang optimal.
â"Kematangannya sudah sangat bagus, jaring (net) pada kulit buah terbentuk merata. Ini menunjukkan nutrisi yang diberikan cukup dan seimbang," kata Agung saat menghadiri kegiatan panen.
âAgung mendorong agar pengelolaan pertanian di Bulak Peni terus mengarah pada konsep ramah lingkungan dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetis. Selain itu, kawasan ini berpotensi diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi lokal dan pariwisata.
â"Pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan Lumbung Mataraman Bulak Peni yang dipercaya menerima penguatan program secara berkelanjutan agar mampu melahirkan regenerasi petani di Kulon Progo," katanya.
âPada kesempatan yang sama, perwakilan Paniradya Kaistimewan DIY Johanes menyampaikan bahwa program yang dimulai sejak 2025 ini mencatatkan perkembangan positif dalam meningkatkan perekonomian pengelola.
âPada 2026, kawasan tersebut kembali menerima alokasi dana revitalisasi sebesar Rp500 juta, setelah sebelumnya memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp600 juta pada 2025.
â"Dukungan ini diharapkan menjadi penguatan baru, khususnya bagi petani milenial, agar semakin berkembang dan memperoleh manfaat secara ekonomi maupun teknis pertanian," kata Johanes.
âLurah Giripeni Iswanto Adi Saputro menjelaskan alokasi anggaran yang diterima dimanfaatkan untuk pembangunan kebun bibit desa, fasilitas greenhouse melon, serta budidaya bawang merah, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya.
âSistem pengelolaan di Lumbung Mataraman Bulak Peni menerapkan skema dana bergulir. Petani memperoleh bantuan modal budidaya dan mengembalikannya pascapanen untuk disalurkan kembali kepada pengelola berikutnya.
âSaat ini, kawasan lahan inti-plasma seluas 3,5 hektare tersebut dikelola oleh 19 petani. Kawasan ini juga disiapkan sebagai destinasi wisata edukasi pertanian yang terintegrasi dengan desa budaya dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
- Lumbung Mataraman
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.