Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Babel Tanam 3.300 Bibit Mangrove di Bangka Tengah

Minggu, 26 Jul 2026, 19:20 WIB

BABEL - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menggaungkan pentingnya pelestarian kawasan pesisir melalui gerakan serentak penanaman 3.300 bibit mangrove di Pantai Menuang, Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

"Hari ini saya didampingi para pejabat daerah dan vertikal, termasuk pihak TNI dan Polri dalam melaksanakan perintah Presiden yaitu menanam mangrove bersama di sepanjang Pantai Menuang ini," katanya di Bangka Tengah, Minggu.

Ket. Foto: Gubernur Babel Hidayat Arsani dalam kegiatan penanam mangrove dalam rangka Hari Mangrove Sedunia di Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (26/7). — Sumber: ANTARA/Ahmadi

Hidayat mengatakan penanaman mangrove tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden untuk memperkuat upaya rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pantai.

Ia menjelaskan sebanyak 3.300 bibit mangrove ditanam secara serentak sebagai bentuk komitmen pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta mengurangi risiko abrasi.

"Kita hari ini dengan penuh semangat menjalankan perintah Presiden dan berkomitmen menjaga serta melestarikan lingkungan pesisir dengan menanam sebanyak 3.300 bibit mangrove," ujarnya.

Menurut Hidayat, peringatan Hari Mangrove Sedunia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipusatkan di Desa Baskara Bakti sebagai gerakan nyata dalam melestarikan kawasan pesisir.

Ia berharap gerakan penanaman mangrove dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

"Mudah-mudahan kegiatan kita hari ini bermanfaat untuk kita semua, lingkungan selamat, manusia sehat dan ekonomi meningkat," ujarnya.

Selain penanaman mangrove, Hidayat juga menekankan pentingnya pelaksanaan reklamasi pada kawasan pesisir yang mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan bijih timah.

Menurut dia, reklamasi yang dilakukan secara konsisten dapat memulihkan lahan yang sudah kritis kembali berfungsi sebagai kawasan hijau yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan.

"Kalau program reklamasi jalan, ini sudah hijau semua, lahan kritis tentu sudah kembali pulih," katanya," ujarnya.

  • pemprov babel
  • hidayat arsani
  • bangka tengah
  • hari mangrove sedunia
  • pantai menuang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.