Setelah Rafale F4, Media Asing Sebut TNI-AU Incar Upgrade ke Varian F5 dengan Integrasi Wingman Combat Drone dan AI

Sabtu, 11 Jul 2026, 17:43 WIB

TORONTO - Media pertahanan digital Kanada, EurAsian Times, baru-baru ini melaporkan bahwa Kementrian Pertahanan

mulai melirik pesawat tempur Dassault Rafale F5, varian terbaru dari keluarga Rafale yang saat ini masih dikembangkan Prancis. Dibandingkan varian F4 yang dimiliki TNI Angkatan Udara saat ini, Rafale F5 dirancang memiliki lompatan kemampuan yang signifikan, mulai dari sistem peperangan elektronik yang lebih canggih, sensor dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pilot mengambil keputusan di medan tempur, hingga kemampuan beroperasi bersama pesawat nirawak tempur atau loyal wingman drone yang dapat menjalankan misi pengintaian, peperangan elektronik, maupun serangan berisiko tinggi.

Ket. Foto: Rafale F5 merupakan evolusi terbaru dari Rafale F4 dengan peningkatan signifikan pada sistem sensor, kemampuan peperangan elektronik, kecerdasan buatan untuk membantu pilot dalam pengambilan keputusan, serta integrasi dengan combat drone — Sumber: Istimewa

Media digital tersebut mengatakan, ketertarikan Indonesia terhadap varian ini muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat kemampuan tempur TNI Angkatan Udara melalui modernisasi armada pesawat tempur.

Laporan sejumlah media pertahanan juga menyebut pemerintah Indonesia tengah mengkaji kemungkinan penambahan pesanan Rafale di luar kontrak pembelian 42 unit Rafale F4 yang telah ditandatangani sebelumnya. Hingga kini, pemerintah belum mengambil keputusan final mengenai jumlah maupun waktu pengadaan tambahan tersebut.

Sebelumnya, Indonesia telah menerima enam unit pertama Rafale F4 dari total 42 pesawat yang dipesan dalam kontrak senilai sekitar 8,1 miliar dolar AS. Pesawat-pesawat tersebut menjadi bagian penting dalam program modernisasi TNI AU untuk menggantikan armada yang telah menua.

Rafale F5 merupakan evolusi terbaru dari Rafale F4 dengan peningkatan signifikan pada sistem sensor, kemampuan peperangan elektronik, kecerdasan buatan untuk membantu pilot dalam pengambilan keputusan, serta integrasi dengan pesawat nirawak tempur (combat drone atau loyal wingman). Varian ini juga dirancang untuk membawa rudal generasi baru yang memiliki jangkauan lebih jauh dan kemampuan serangan presisi yang lebih tinggi.

Apabila Indonesia memutuskan membeli Rafale F5, TNI AU berpotensi menjadi salah satu operator pertama pesawat tersebut di kawasan Asia Tenggara. Langkah itu dinilai akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia sekaligus memperdalam kerja sama strategis dengan Prancis di sektor pertahanan. Namun hingga saat ini, pemerintah masih menyatakan bahwa pembahasan mengenai penambahan Rafale masih berada pada tahap kajian dan belum ada keputusan resmi.

Ketertarikan terhadap Rafale F5 muncul di tengah percepatan modernisasi militer Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah juga mengumumkan pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos serta rudal udara-ke-udara Astra dari India, sebagai bagian dari penguatan kemampuan tempur lintas matra.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.