Laporan Allianz: Industri Asuransi Indonesia Tumbuh 11 Persen pada 2025
Sabtu, 04 Jul 2026, 23:05 WIBJAKARTA â Industri asuransi global diperkirakan tetap mencatat pertumbuhan yang solid meski laju ekspansinya mulai melambat di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik dan perubahan lanskap ekonomi dunia. Di Indonesia, sektor asuransi bahkan menunjukkan pertumbuhan dua digit dengan kenaikan premi sebesar 11 persen sepanjang 2025.
Hal tersebut terungkap dalam Allianz Global Insurance Report 2026 yang dirilis Allianz Research pada Sabtu (4/7). Laporan tersebut mengulas perkembangan industri asuransi di berbagai negara sekaligus memproyeksikan arah pertumbuhan sektor tersebut dalam satu dekade mendatang.
Secara global, total premi industri asuransi diperkirakan mencapai EUR 6,9 triliun pada 2025 atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan premi senilai EUR 456 miliar. Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 9,4 persen pada 2024, capaian tersebut masih berada di atas rata-rata pertumbuhan tahunan selama sepuluh tahun terakhir yang mencapai 5,6 persen.
Laporan tersebut mencatat, segmen asuransi jiwa masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai premi mencapai EUR 2.861 miliar, disusul asuransi umum sebesar EUR 2.320 miliar dan asuransi kesehatan sebesar EUR 1.688 miliar.
Pada segmen asuransi umum, pertumbuhan mulai memasuki fase normalisasi setelah periode kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir. Premi global tumbuh 3,8 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,5 persen pada tahun sebelumnya.
Amerika Utara masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 52 persen terhadap premi global, meski pertumbuhannya melambat menjadi 2,2 persen. Sementara itu, Eropa Barat mencatat pertumbuhan 5,3 persen dan kawasan Asia tumbuh 4 persen.
Untuk asuransi jiwa, pertumbuhan global mencapai 6,9 persen pada 2025. Meski mengalami perlambatan dibandingkan lonjakan 11,3 persen pada 2024, segmen ini tetap menunjukkan kinerja yang kuat. Asia kembali menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan premi mencapai 9,9 persen, didorong pertumbuhan pasar di Tiongkok sebesar 11,4 persen.
Sementara itu, asuransi kesehatan menjadi segmen dengan pertumbuhan paling tinggi. Premi global meningkat 12,3 persen sepanjang 2025, menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak 2014. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya layanan kesehatan, bertambahnya populasi lanjut usia, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan swasta.
Allianz Research juga menyoroti semakin besarnya pengaruh fragmentasi geopolitik terhadap industri asuransi. Perubahan hubungan perdagangan internasional, arus investasi, serta kebijakan antarnegara dinilai menciptakan risiko baru yang menuntut perusahaan asuransi menghadirkan model bisnis yang lebih adaptif.
Perusahaan asuransi dipandang perlu memperkuat analisis risiko geopolitik, mengembangkan model operasional yang lebih tangguh di tingkat regional, serta menghadirkan produk perlindungan baru yang mampu menjawab kebutuhan di sektor infrastruktur, energi, hingga risiko politik.
Di Indonesia, industri asuransi mencatat pertumbuhan sebesar 11 persen dengan total pendapatan premi mencapai EUR 15,8 miliar. Allianz menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset.
Country Manager sekaligus Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, mengatakan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia yang masih relatif rendah justru membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri.
Menurutnya, meningkatnya biaya layanan kesehatan membuat keberlanjutan premi asuransi kesehatan menjadi tantangan yang perlu dijaga agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap perlindungan yang berkualitas.
"Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan. Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi bagi lebih banyak masyarakat," ujar Alexander Grenz.
Ia menambahkan, Allianz Indonesia melalui pendekatan ONE Allianz akan terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan finansial masyarakat.
Dalam jangka panjang, Allianz Research memproyeksikan industri asuransi global masih akan tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun hingga 2036, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi global.
Indonesia diperkirakan mampu mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sekitar 8,2 persen per tahun, didukung tingkat penetrasi asuransi yang baru mencapai sekitar 1,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Segmen asuransi kesehatan diperkirakan menjadi yang paling cepat berkembang di Indonesia dengan pertumbuhan tahunan mencapai 12,9 persen, disusul asuransi jiwa sebesar 7,9 persen dan asuransi umum sebesar 7,3 persen.
Secara global, Allianz memperkirakan total premi industri asuransi akan bertambah sekitar EUR 5,26 triliun dalam sepuluh tahun mendatang. Sebagian besar pertumbuhan tersebut diproyeksikan berasal dari kawasan Asia, yang diperkirakan menjadi pusat pertumbuhan baru industri asuransi dunia.
Chief Economist sekaligus Chief Investment Officer Allianz, Ludovic Subran, mengatakan fragmentasi geopolitik telah mengubah banyak asumsi yang selama ini menjadi fondasi perekonomian global. Ketahanan kini menggantikan efisiensi sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan.
âPergeseran ini membuat lingkungan operasional menjadi semakin kompleks dan mahal, sehingga keterjangkauan menjadi semakin penting. Dalam kondisi tersebut, asuransi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme transfer risiko, tetapi juga menjadi pendorong investasi, inovasi, dan kepercayaan ekonomi," kata Ludovic.
- asuransi
- industri asuransi
- Asuransi Indonesia
- Allianz
- Allianz Research
- Allianz Global Insurance Report 2026
- Asuransi Global
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan kesehatan gratis di Bogor
-
BRI Life Dorong Keberlanjutan Lewat Program Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan
-
MPR RI Dorong Kampus dan Civitas Akademika Turut Cegah Kekerasan dan Lindungi Perempuan
-
Ulat Bulu Masuk Kelas SDN Wonorejo Surabaya, Petugas Dikerahkan untuk Penanganan Darurat
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Kegiatan Penyerahan Hasil Kerja Satgas PKH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.