Foto: Jakarta World Folklore Festival 2026 Hadirkan 115 Delegasi dari 6 Negara, Rayakan Keberagaman Budaya Dunia Menuju 5 Abad Jakarta
(Dari kiri kekanan) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Embassy of Romania, H.E. Dan Adrian Bălănescu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Embassy of The Republic of Korea, H.E. Yoon Soongu, Koordinator Staf Khusus Gubernur, Firdaus Ali dan Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat berfoto bersama saat pembukaan Jakarta World Folklore Festival 2026 di Balaikota, Jakarta, Kamis (2/7).Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026, sebuah festival budaya internasional yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) sebagai upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.
(Dari kiri kekanan) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Embassy of Romania, H.E. Dan Adrian Bălănescu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, Embassy of The Republic of Korea, H.E. Yoon Soongu, Koordinator Staf Khusus Gubernur, Firdaus Ali dan Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat berfoto bersama saat pembukaan Jakarta World Folklore Festival 2026 di Balaikota, Jakarta, Kamis (2/7).Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Jakarta World Folklore Festival (JWFF) 2026, sebuah festival budaya internasional yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) sebagai upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.
Jakarta World Folklore Festival 2026 akan diawali dengan kedatangan seluruh delegasi internasional pada 1 Juli 2026, dilanjutkan dengan Opening Ceremony di Balai Kota DKI Jakarta pada 2 Juli 2026. Selama 3–5 Juli 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pertunjukan budaya di Anjungan Sarinah, yang menampilkan atraksi seni dari enam negara peserta serta berbagai pertunjukan budaya Nusantara.
Kekayaan budaya Indonesia akan ditampilkan melalui berbagai kesenian tradisional, di antaranya Tari Kecak dari Bali, Reog Ponorogo, pertunjukan musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur, serta ragam budaya khas Betawi seperti Zapin Betawi, Gambang Kromong, Tari Topeng Betawi, dan Tanjidor. Selain itu, festival juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Mollucan Soul, Biang Kerok Band, dan Krontjong Toegoe yang akan menghadirkan nuansa musik tradisional dan kontemporer dalam satu panggung.
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah Parade Budaya yang akan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, di kawasan Car Free Day Sudirman–Thamrin. Parade akan dimulai dari Patung Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI dan melibatkan seluruh delegasi internasional bersama sanggar-sanggar seni dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian festival akan ditutup melalui Closing Ceremony pada 6 Juli 2026 di Hotel Tavia, sebelum seluruh delegasi kembali ke negara masing-masing pada 7 Juli 2026.
Melalui penyelenggaraan Jakarta World Folklore Festival 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap festival ini dapat menjadi wadah pertukaran budaya antarbangsa, mempererat persahabatan internasional melalui seni dan tradisi, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang terbuka, inklusif, dan berkelas dunia menjelang peringatan 5 Abad Jakarta.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.