PT KAI Catat 134 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta
Jumat, 26 Jun 2026, 19:40 WIBJAKARTAÂ - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 134 kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang. Mayoritas kecelakaan tersebut dipicu oleh tindakan para pengguna jalan raya yang nekat menerobos palang pintu.
Insiden tragis di perlintasan kereta api tersebut mengakibatkan 48 orang meninggal dunia selama periode berjalan. Sebanyak 77 unit sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi kejadian tabrakan tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kedisiplinan demi keselamatan bersama. KAI menyampaikan keterangan resmi ini di Jakarta pada hari Kamis (25/6) secara tertulis.
âPalang terbuka tetap perlu direspons dengan kewaspadaan, jangan langsung melaju. Palang tertutup adalah perintah untuk berhenti. Setiap pengendara wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, dengarkan sekitar, kemudian pastikan jalur benar-benar aman. Bila palang mulai menutup, sirine berbunyi, atau petugas memberi isyarat berhenti, jangan mencari celah,â ujar Anne.
Anne menjelaskan bahwa jumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Jumlah kecelakaan turun tiga persen dari 138 kejadian menjadi 134 kejadian pada periode yang sama.
âAngka penurunan menunjukkan upaya keselamatan berjalan, namun satu nyawa saja terlalu berharga untuk dipertaruhkan karena terburu-buru. Lebih baik kehilangan satu atau dua menit di perlintasan daripada kehilangan masa depan keluarga,â kata Anne.
KAI secara aktif melakukan penutupan dan penyempitan di perlintasan sebidang demi menekan potensi bahaya. Realisasi penutupan titik rawan tersebut tercatat mencapai angka 226 penanganan hingga pertengahan tahun 2026.
Ia kembali mengingatkan warga agar tidak melakukan berbagai aktivitas berbahaya di area rel kereta. Sebanyak 188 korban jiwa tercatat akibat terjadinya insiden temperan di jalur nonperlintasan kereta api.
âKami mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan, bermain, berfoto, memarkir kendaraan, meletakkan barang, atau beraktivitas di jalur kereta api. Jalur kereta api adalah area operasi yang harus steril. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan warga sama-sama bergantung pada kepatuhan kita,â ujar Anne.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengajak semua pihak memperkuat pesan keselamatan. Sosialisasi keselamatan kepada seluruh masyarakat telah digelar sebanyak 1.036 kegiatan sepanjang awal tahun ini.
âKebiasaan menerobos harus kita tinggalkan. Budaya selamat dimulai dari keputusan sederhana yaitu berhenti, tengok kanan, tengok kiri, dengarkan sekitar, lalu melintas setelah aman. Liburan sekolah seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan pulang dengan selamat,â kata Wisnu. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Bandung Sediakan 60.717 Tiket Antisipasi Lonjakan Penumpang
-
BNPB Nyatakan Kebakaran di Gunung Picung Cianjur Sudah Terkendali
-
Luar Biasa! Ribuan Warga Antusias Ikuti Upacara, Istana Sampai Beri Ucapan Terima Kasih
-
Petani Mulai Tersenyum Lebar, Harga Tembakau Temanggung Melejit
-
Singkirkan Ratusan Daerah, Pontianak Kunci Penghargaan Nasional Indeks Keinsinyuran 2026
-
Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu, Polda Sultra Sita 1,8 Kilogram Sabu dan 79 Butir Ekstasi di Kendari
-
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jadi Bahan Pembicaraan Megawati dan Para Peraih Nobel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.