Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Dorong Evaluasi Otonomi Daerah Perkuat Tata Kelola

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 01:50 WIB | Oleh:
Pakar Dorong Evaluasi Otonomi Daerah Perkuat Tata Kelola Doc: ANTARA/zoom meet Populi Center
Ket. Tangkapan layar-Diskusi peluncuran buku Decentralization, Democracy, and Local Politics in Indonesia diikuti daring di Jakarta, Selasa (9/6).

JAKARTA - Sejumlah pakar pemerintahan, peneliti, dan akademisi mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan otonomi daerah setelah 25 tahun reformasi desentralisasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, kapasitas fiskal daerah, serta kualitas pelayanan publik.

Dalam diskusi peluncuran buku Decentralization, Democracy, and Local Politics in Indonesia diikuti daring di Jakarta, Selasa para pembicara menilai otonomi daerah masih relevan sebagai instrumen pemerataan pembangunan, namun memerlukan berbagai penyempurnaan agar mampu menjawab tantangan yang berkembang.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia Testriono mengatakan survei yang dilakukan Populi Center menunjukkan pemahaman masyarakat mengenai otonomi daerah masih relatif rendah meskipun kebijakan tersebut telah berjalan selama seperempat abad.

"Sistem berbasis merit (merit-based system) serta kejelasan skema reward and punishment bagi aparatur daerah harus diperkuat untuk memangkas jurang kapabilitas antardaerah yang saat ini terlampau lebar," katanya.

Menurut dia, berbagai tujuan desentralisasi seperti mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, memperluas partisipasi publik, dan mendorong inovasi daerah belum sepenuhnya tercapai karena masih terdapat tantangan berupa korupsi daerah, kesenjangan antarwilayah, dan ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

Testriono menilai penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas otonomi daerah.

Pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan menilai berbagai tantangan dalam pelaksanaan desentralisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk kembali ke sistem yang lebih tersentralisasi.

"Berbagai persoalan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk kembali ke sistem sentralisasi. Semangat desentralisasi tetap harus dipertahankan," ujarnya.

Ia mengusulkan pendekatan yang lebih adaptif, yakni pemberian kewenangan yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing daerah, serta evaluasi terhadap daerah hasil pemekaran agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Riris Katharina menekankan bahwa keberhasilan desentralisasi perlu diukur dari kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Masa depan desentralisasi Indonesia bergantung pada kemampuannya melayani masyarakat, bukan sekadar mempertahankan struktur pemerintahan," katanya.

Riris juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola fiskal dan peningkatan transparansi hubungan antara pemerintah pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan pemerintah sedang menyiapkan Desain Besar Penataan Daerah sebagai landasan penguatan otonomi daerah ke depan.

"Otonomi daerah tidak bisa dilihat sebagai resentralisasi atau desentralisasi, tapi lebih jauh itu, kita harus melihat perspektif yang lebih luas. Sangat kompleks, jadi pembenahan otonomi daerah ini mencakup banyak hal, ada faktor regulasi, ada faktor sistem pemilihan, ada juga faktor kultur," ujar Bima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ketegangan Dunia Capai Puncaknya pada 2025

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Ketegangan Dunia Capai Punc...
Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.