Ribuan Pengungsi Gempa di Kepulauan Sangihe Mulai Kembali ke Rumah
Selasa, 09 Jun 2026, 17:38 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pengungsi gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sudah kembali pulang ke rumah masing-masing seiring kondisi lapangan yang berangsur kondusif.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, melaporkan bahwa para warga tersebut sebelumnya sempat mengungsi secara mandiri ke gedung fasilitas umum dan rumah-rumah kerabat terdekat pascaguncangan gempa tektonik 7,7 magnitudo pada Senin (8/6) kemarin.
"Sebagian warga yang mengungsi sudah kembali per pukul 09.00 WIB tadi," kata dia.
BNPB belum menerima laporan secara rinci berapa jumlah warga yang kembali namun, menurut Abdul jumlah pengungsi sebanyak 1.160 jiwa itu mendapat pendampingan melekat dari tim petugas gabungan ya g diakomodir oleh BPBD setempat.
Meskipun situasi pengungsian mulai mencair, BNPB mencatat kerusakan infrastruktur pemukiman warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe setelah tim reaksi cepat melakukan proses asesmen lanjutan.
Direktorat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengkonfirmasi total kerusakan bangunan di Sangihe terdata mencakup 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan. Selain itu, fasilitas publik seperti dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga dilaporkan mengalami kerusakan fisik.
"Gempa-gempa susulan berkekuatan kecil masih terjadi di wilayah terdampak. Namun, sebagian warga yang mengungsi sudah kembali, dan pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe berangsur normal, kecuali di beberapa pulau terluar yang dekat dengan episentrum," kata dia.
Adapun untuk di wilayah lain seperti Kabupaten Kepulauan Talaud dan Minahasa Utara dilaporkan juga berdampak signifikan.
Untuk Kabupaten Kepulauan Talaud ada 12 kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak, satu unit rumah sakit, dan satu unit bangunan gudang pelabuhan. Sementara wilayah Kabupaten Minahasa Utara ada satu unit gedung GMIM 76 serta satu unit fasilitas pendidikan yang rusak
"Dampak kerusakan fasilitas publik yang dilaporkan tim lapangan masih cenderung stabil untuk Minahasa Utara," kata Abdul menambahkan.
BNPB, menurut dia memastikan koordinasi lintas instansi dalam satu komando tanggap darurat di tingkat provinsi hingga kabupaten masih terus berjalan ketat untuk menyalurkan bantuan logistik darurat, memperbaiki instalasi listrik di pulau terluar, serta merampungkan validasi data kerusakan struktural bangunan.
- Ribuan Pengungsi
- Pengungsi Gempa di Sangihe
- Kembali ke Rumah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.