Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab Bandung Siapkan Perbaikan 546 Daerah Irigasi

Selasa, 09 Jun 2026, 16:16 WIB

Bandung, Jawa Barat - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan perbaikan 546 titik daerah irigasi (DI) sawah sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak fenomena El Nino, sehingga menjaga ketersediaan air bagi petani dan keperluan minum masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Selasa (9/6), mengatakan perbaikan daerah irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya dalam memitigasi ancaman kekeringan yang dapat berdampak terhadap kebutuhan air dan produksi pangan.

Ket. Foto: Seorang petani memanen padi di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. — Sumber: Antara

"Kami sudah mengusulkan penanganan 546 daerah irigasi sebagai persiapan menghadapi kemarau panjang dan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat maupun pertanian tetap terjaga," katanya saat koordinasi lintas sektor di Kabupaten Bandung.

Pihaknya menyebut bahwa Kabupaten Bandung memiliki lahan pertanian seluas 93.797 hektare dengan produktivitas padi berada di kisaran 60 ton per 100 hektare (sekitar 6 ton per hektare) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat.

Tingginya produktivitas pertanian tersebut, lanjutnya, menjadi hal prioritas untuk dipertahankan, sehingga keberadaan jaringan irigasi menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan air bagi sektor pertanian saat musim kemarau kering.

Ia juga menjelaskan kebutuhan anggaran untuk penanganan 546 daerah irigasi tersebut mencapai Rp947 miliar berdasarkan hasil kajian konsultan, dengan anggaran sebesar Rp334 miliar telah disetujui untuk tahun ini.

"Berdasarkan hasil kajian konsultan, kebutuhan anggaran mencapai Rp947 miliar. Alhamdulillah, tahun ini telah disetujui anggaran sebesar Rp334 miliar, sedangkan sisanya akan dialokasikan pada tahun depan," tambahnya.

Selain memperkuat jaringan irigasi, Pemkab Bandung juga menginstruksikan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau panjang.

Dadang mengatakan pemerintah daerah akan menyiapkan penampung air dan mobil tangki air di setiap kecamatan sebagai cadangan distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan di sejumlah wilayah.

"Pada saat musim kemarau panjang nanti, kita sudah memiliki titik-titik persiapan cadangan air minum. Di setiap kecamatan akan disiapkan toren dan mobil tangki air," katanya.

Menurut dia, rangkaian langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus memastikan pasokan air untuk puluhan ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung tetap terjaga selama musim kemarau.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.