Foto: UI Gelar COSMIC 2026, Soroti Jamu dan Industri Kreatif Berkelanjutan
Ketua Panitia Acara COSMIC 2026 Menjamu Meramu Dyah Eka Rini (kiri) bersama Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Indonesia Dewi Kartika Sari (kanan) mencoba minuman Jamu saat Creative Industry for Sustainability Movement Convention (COSMIC) Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (26/5).Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif, Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Creative Industry for Sustainability Movement Convention (COSMIC) Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu Kegiatan tersebut menjadi ruang implementasi pembelajaran praktik yang menekankan kreativitas, inovasi, dan pelestarian budaya melalui pendekatan industri kreatif.
Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif, Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Creative Industry for Sustainability Movement Convention (COSMIC) Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (26/5/2026).Kegiatan tersebut menjadi ruang implementasi pembelajaran praktik yang menekankan kreativitas, inovasi, dan pelestarian budaya melalui pendekatan industri kreatif.
Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif UI Dewi Kartika Sari mengatakan, COSMIC merupakan bagian dari proyek akhir mahasiswa semester pertama yang dirancang dalam bentuk praktik langsung."Acara ini sebenarnya merupakan proyek akhir sekaligus ujian akhir semester mahasiswa Magister Terapan Industri Kreatif Vokasi UI. Karena sifatnya magister terapan, seluruh proses pembelajarannya bisa langsung diaplikasikan," kata Dewi.
Sementara itu, Ketua Panitia COSMIC 2026: Menjamu Meramu Dyah Eka Rini menilai, tema jamu dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan industri kreatif sekaligus pelestarian budaya. "Jamu merupakan salah satu budaya penting di Indonesia dan masuk dalam subsektor industri makanan dan minuman kreatif. Saat kita minum jamu, sebenarnya kita juga sedang memelihara budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, dan ikut membangun perekonomian nasional," kata Dyah. Dyah menuturkan, industri jamu tidak hanya melibatkan produsen minuman tradisional, tetapi juga terhubung dengan sektor lain seperti agribisnis rempah, gula aren, hingga fitofarmasi.
Dyah berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan generasi muda mengenai potensi besar industri jamu dan rempah di Indonesia."Kami ingin generasi muda memahami bahwa jamu bukan sekadar minuman sehari-hari, tetapi bagian penting dari budaya dan ekonomi kreatif yang punya potensi besar untuk dikembangkan," jelasnya. Adapun, COSMIC Vol. 2 bertajuk Menjamu Meramu diisi berbagai rangkaian acara mulai dari jamu experience, talkshow wellness, live performance, live painting, dan workshop poettry.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.