BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan
Rabu, 27 Mei 2026, 13:18 WIBJAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Rabu (27/5).
Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Sufia Nur menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di pesisir barat Aceh hingga perairan barat Bengkulu, Samudra Hindia barat daya, Banten, perairan barat Aceh, Selat Malaka, dari Selat Karimata hingga Selat Sunda, dari Laut Jawa hingga Jawa Timur, di perairan selatan Jawa, dan di pesisir selatan Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjung Pinang, Surabaya, Tanjung Selor, Ternate, dan Manokwari.
Beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Medan, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.
Kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Nabire.
Pada Senin (25/5), BMKGÂ menyebutkan memasuki periode pertengahan tahun wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprakirakan mulai dipengaruhi oleh Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang, ditambah lagi kelembapan udara cukup rendah.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Chrinstin Mori di Medan, Senin, mengatakan Angin Baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang tersebut dapat menyebabkan berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Sumut, sehingga proses pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif.
"Dampak yang dapat dirasakan masyarakat antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di beberapa wilayah," katanya.
Atas kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Semoga Benar Adanya, Petani Jateng yang Gagal Panen Diberi Bantuan Rp6 Juta Tiap Hektare
-
Siap-Siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Hari Senin
-
Islandia Tolak Perundingan Aksesi ke UE
-
Diskusi dengan Peraih Nobel Kailash Satyarthi: Demokrasi dan Pemilu Digelar, tapi Kenapa Rakyat Tetap Tak Berdaya?
-
Layanan Dasar Tetap Jadi Prioritas
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.