Foto: Strategi Hilirisasi guna Meningkatkan Nilai Tambah Industri Ekstraktif
Direktur Utama (Dirut) Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita (tengah), CEO PT. Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat (kanan), Dirut PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Rachmat Makkasau (kedua kanan), Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT. Freeport Indonesia (PTFI) Harry Pancasakti (kiri), dan Dirut PT. Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo (kedua kiri) menjadi pembicara dalam diskusi pada Met Connex-Mine Aidic 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (12/5). Dalam diskusi ini dibicarakan mengenai strategi bagi para pemimpin industri, pembuat kebijakan, serta inovator teknologi dalam memperkuat kapabilitas ekosistem hilirisasi industri tambang dan mineral yang antara lain dengan terus mengembangkan riset untuk menjawab tantangan dan peluang agar di masa depan pertambangan tidak lagi sekadar bertumpu pada ekstraksi sumber daya, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi.
Direktur Utama (Dirut) Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita (kanan), Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT. Freeport Indonesia (PTFI) Harry Pancasakti (kiri) dan Dirut PT. Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo (tengah) menjadi pembicara dalam diskusi pada Met Connex-Mine Aidic 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (12/5).
CEO PT. Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat (kanan), Dirut PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Rachmat Makkasau (kedua kanan), Vice President Government Relation & Smelter Technical Support PT. Freeport Indonesia (PTFI) Harry Pancasakti (kedua kiri), dan Dirut PT. Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo (tengah) menjadi pembicara dalam diskusi pada Met Connex-Mine Aidic 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (12/5).
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.