- Home
-
- Luar Negeri
-
- Konflik AS-Iran: Jerman Si...
Konflik AS-Iran: Jerman Siap Bantu Buka Kembali Selat Hormuz
Rabu, 06 Mei 2026, 07:28 WIBMOSKWA â Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan kesiapan Berlin untuk berpartisipasi dalam memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz, termasuk melalui upaya militer.
"Dalam kondisi yang tepat, Jerman siap untuk mengambil bagian dalam memastikan kebebasan jalur laut, termasuk melalui cara-cara militer," kata Merz setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro di Berlin, Selasa (05/5).
Ia kemudian mengonfirmasi pengerahan pertama kapal Angkatan Laut Jerman ke Laut Mediterania, yang kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz.
"Kapal pertama Jerman sudah menuju Mediterania timur," ujar Merz.
Ia juga memperbarui seruannya untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran jika negara itu menolak untuk membuka blokade Selat Hormuz.
âSeruan bersama kita adalah agar Iran duduk di meja perundingan, harus berhenti membuang waktu, dan tidak boleh lagi âmenyanderaâ kawasan dan seluruh dunia,â kata Merz.
Kanselir Jerman itu juga menuntut penghentian program nuklir Iran dan diakhirinya permusuhan di Timur Tengah.
Di antara tuntutan lain kepada Teheran, Merz menyebutkan penghentian program nuklir militer apa pun dan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.
Di lain pihak, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan Teheran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Stasiun televisi Jerman NDR melaporkan pada Senin (4/5) bahwa kapal penyapu ranjau Angkatan Laut Jerman, FGS Fulda, telah meninggalkan pangkalan di Kiel, Jerman utara, dan menuju Laut Mediterania, dari mana kapal tersebut kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz untuk mengambil bagian dalam misi keamanan maritim internasional.
Pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz dan berupaya untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, kemudian memperingatkan Washington agar tidak mendekati selat tersebut dan menyatakan bahwa Teheran siap menyerang pasukan AS.
- jerman
- Konflik AS-Iran
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Lubricants Gelar GASPOL! Ganti Oli Spesial Ojek Online
-
Sertifikat Mutu KKP Dorong Peningkatan Ekspor Perikanan di Wilayah Perbatasan
-
Senat AS Tolak Resolusi untuk Akhiri Perang di Iran
-
Trump Ancam Kembali Serang Iran Setelah Kedua Musuh Bebuyutan itu Baku Tembak
-
El Nino Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
-
Rumah Indonesia Atasi Kendala Teknis Asian Games di Nagoya
-
Nakhoda KM Virgo Diperiksa, 129 Korban Masih Dicari Basarnas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.