- Home
-
- Megapolitan
-
- Anak Perlu Terus Dilindung...
Anak Perlu Terus Dilindungi dari Radikalisme
Kamis, 12 Mar 2026, 01:15 WIBJAKARTA â Semua harus terus berupaya untuk melindungi anak dari serangan-serangan yang mengandung unsur-unsur radikal. Ancaman ini akan terus mengintip anak-anak dan remaja, termasuk terorisme. Para penganut paham radikalisme dan terorisme terus bergerilya menyebarkan pahamnya melalu media sosial atau formum daring.
âKami berkomitmen untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja dari berbagai ancaman, termasuk pengaruh radikalisme dan terorisme yang kini disebarkan melalui media sosial atau forum daring,â tandas Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta, Dwi Oktavia. Dia menyatakan ini dalam kegiatan Pencegahan Tindak Radikalisme dan Terorisme di Jakarta bertema âPelajar Jakarta Antiviral Radikal: Cerdas Beraksi, Damai di Hatiâ di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, media sosial, forum daring, hingga ruang pergaulan digital sering kali dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi kekerasan, intoleransi, dan kebencian. Maka, upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting,â tandas Dwi. Dia menuturkan, anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Kendati begitu, terdapat beberapa kasus keterlibatan anak atau remaja dalam sejumlah kasus radikalisme dan terorisme. Hal itu membuka mata semua orang bahwa penyebaran informasi, penanaman kesadaran dan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi merupakan unsur-unsur yang sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan anak-anak.
âMenjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Anak dan remaja, termasuk pelajar, bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan kebhinekaan,â jelas Dwi.
Salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dan remaja dari pengaruh radikalisme, kata dia, yakni melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pakar-pakar terkait pencegahan radikalisme.
âKegiatan sosialisasi seperti yang kita laksanakan ini merupakan salah satu bentuk langkah preventif untuk mencegah radikalisme. Mari wujudkan Jakarta sebagai kota layak anak tempat setiap bocah tumbuh bahagia dan terlindungi,â ungkap Dwi.
Kemitraan Polri
Sementara itu, Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah Jakarta. Tujuannya sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. âSekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif,â tandas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.
Menurutnya, peluncuran FKPMS dilatarbelakangi berbagai tantangan di lingkungan pendidikan. Hal ini mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Pesta Ulang Tahun ke-18 Picu Kontroversi, Lamine Yamal Terancam Diinvestigasi oleh ADEE Spanyol
-
An Se Young Raih Gelar Juara Indonesia Open 2025
-
Disbudpar Cianjur Pastikan Tidak Ada Tiket Masuk Kawasan Cibodas
-
Dua Dapur MBG Melayani 4.716 Pelajar Jayawijaya
-
TMMD ke-126: TNI dan Pemda Bersatu Bangun Desa, Sejahterakan Rakyat
-
Film Indonesia Mama Jo Raih Penghargaan di Festival Film Golden FEMI
-
Waspada! Komdigi Peringatkan Radikalisme Menyusup dalam Games, Menyebar Lewat Interaksi di Fitur Sosial
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.