Darurat Banjir! Kemen PU Percepat Pembangunan Sabo Dam Tapanuli Tengah, Rampung Mei
Selasa, 17 Feb 2026, 08:24 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai langkah strategis pengendalian banjir bandang. Konstruksi ditargetkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sabo dam menjadi prioritas untuk menahan material bawaan dari hulu sungai yang kerap memicu genangan dan kerusakan saat curah hujan tinggi.
âKita akan percepat pembangunan sabo dam dari hulu karena sabo dam mampu menahan tekanan puing kayu, batu, dan pasir. Saya minta pekerjaan dilakukan cepat, mengingat kondisi ini bisa terulang apabila hujan berlangsung lebih dari dua jam,â ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Tukka, Tapanuli Tengah, Senin (16/2).
Banjir sebelumnya dipicu oleh luapan Aek Tukka dan Aek Sigala yang berhulu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka. Curah hujan tinggi menyebabkan aliran anak sungai membawa material berupa pasir, kayu, dan batu dalam jumlah besar sehingga menimbulkan genangan di sejumlah kawasan permukiman serta mengganggu aktivitas Masyarakat.
Menteri Dody menargetkan konstruksi sabo dam dapat segera dimulai melalui skema design and build.
âTarget bulan Mei 2026 harus selesai. Hari ini mulai proses design and build dan pekerjaan harus segera berjalan. Lokasinya memang berada di hulu dengan akses yang lebih menantang, namun ini menjadi tanggung jawab kita agar masyarakat tidak kembali terdampak banjir,â tegas Menteri Dody.
Selain pembangunan sabo dam, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II telah melakukan langkah tanggap darurat dan penanganan lanjutan berupa normalisasi sungai, perbaikan tanggul, pembersihan material kayu dan sedimen, serta penataan lingkungan di sekitar alur sungai.
Untuk mempercepat penanganan, sejumlah alat berat telah dikerahkan seperti backhoe loader, dozer, dump truck, excavator, excavator grappler, excavator long arm, dan excavator mini.
Kementerian PU berkomitmen terus mempercepat penanganan infrastruktur pengendali banjir guna mengurangi risiko bencana berulang, melindungi Masyarakat, serta menjaga keberlanjutan aktivitas sosial dan perekonomian di Sumatera Utara.Â
- Kementerian PU
- pengendali banjir
- tapanuli tengah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.