BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Berawan dan Diguyur Hujan Ringan
Senin, 02 Feb 2026, 11:06 WIBJAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan pada Senin (02/2).
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Medan, Bengkulu, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung. Sementara Aceh dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan.
âUntuk di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang. Yogyakarta, dan Surabaya,â ujar Prakirawan BMKG, Medayu Bestari, dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.
Sementara di Pulau Kalimantan, kota Palangkaraya, Samarinda, dan Pontianak diprakirakan hujan ringan. Adapun Banjarmasin dan Tanjung Selor berpotensi hujan lebat disertai kilat.
âSementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,â ujarnya.
Untuk di pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, dan Makassar. Kita Kendari berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat. Sementara Palu, Gorontalo, dan Manado berawan tebal.
Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayapura diprakirakan berawan. Sementara Nabire, dan Jayawijaya diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Merauke berpotensi hujan lebat disertai kilat.
BMKG menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. Langkah ini diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.
Sebelumnya, di media sosial beredar narasi bahwa jika dilakukan terus menerus, OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu.
Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.
Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.
Berita Terkait:
-
Diskusi dengan Peraih Nobel Kailash Satyarthi: Demokrasi dan Pemilu Digelar, tapi Kenapa Rakyat Tetap Tak Berdaya?
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Rabu (9/9)
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Kapolresta Karawang: Kesadaran Tertib Lalu Lintas Harus Ditanamkan Sejak Dini.
-
Seekor Orangutan Jantan Ditemukan Lemas akibat Asap Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.