Ekonom Global Ungkap Indonesia sebagai Negara Primadona Investasi
Selasa, 27 Jan 2026, 18:15 WIBJAKARTA - Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menilai Indonesia kini menempati posisi penting sebagai tujuan investasi global. Penilaian tersebut disampaikan seiring kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Shan Saeed menyebut kehadiran Indonesia dalam Forum Ekonomi Dunia Davos 2026 mencerminkan keseriusan pemerintah. Menurut dia, pasar global lebih menghargai kebijakan yang dapat dieksekusi dibandingkan sekadar pernyataan politik.
âAlokator modal global pada akhirnya merespons eksekusi yang terlembaga, bukan sekadar sinyal retoris. Pendekatan Indonesia menunjukkan bagaimana niat kebijakan diterjemahkan menjadi platform investasi yang bisa dijalankan,â ujar Shan Saeed dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (26/1).
Ia menjelaskan strategi investasi Indonesia bertumpu pada tiga aspek utama, yakni platform, pipeline, dan kredibilitas. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menarik modal jangka panjang.
Dari sisi platform, Shan Saeed menyoroti peran Danantara dalam memobilisasi modal institusional sebagai jangkar ko-investasi. Rencana penempatan dana hingga USD14 miliar pada 2026 dinilai menunjukkan arah pembentukan modal yang berkelanjutan.
Pada aspek pipeline, ia menilai pemerintah fokus pada sektor berkeunggulan struktural. Energi terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, dan ketahanan pangan jura turut disebut memiliki daya tarik jangka panjang.
âSektor ini relatif lebih tahan terhadap volatilitas siklus dan cocok bagi modal jangka panjangâ ujar dan sabar,â ujar dia.
Menurut dia, karakter tersebut penting bagi investor global. Dari sisi kredibilitas, Shan Saeed menilai Indonesia menunjukkan komitmen melalui pendanaan berbasis pasar. Hal itu tercermin dari penerbitan obligasi Patriot, penyelarasan peringkat di level BBB, dan kemitraan investasi sekitar USD45 miliar.
Dalam konteks makroekonomi, ia menyebut Presiden Prabowo menempatkan stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan. Target pertumbuhan 5 hingga 6 persen pada 2026 dinilai sejalan dengan proyeksi lembaga multilateral.
âIndonesia kini diposisikan sebagai alokasi inti pasar berkembang. Bukan sekadar transaksi taktis,â ucap dia.
Ia menambahkan, disiplin fiskal, independensi Bank Indonesia, serta pengelolaan Danantara yang berorientasi pasar memperkuat kepercayaan investor. Menurut dia, Indonesia kini bergerak dari peluang investasi yang bersifat sementara menuju daya tarik investasi yang sistemik dan berkelanjutan. ils/I-1
- Investasi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Calon Gubernur BI Akan Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa
-
Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
-
Falcon Pictures: Film "Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?" Ditayangkan Mulai 24 September 2026
-
Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut
-
Kota Bogor Menjadikan CFD Sarana Membangun Kebiasaan Hidup Sehat
-
ASEAN dan Hong Kong Tandatangani Protokol untuk Mengubah Perjanjian Investasi
-
Serena Williams dan Carlos Alcaraz Tersingkir di Perempat Final Ganda Campuran US Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.