Kurangi Risiko Banjir di Kota Padang, Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Kamis, 08 Jan 2026, 12:57 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan normalisasi Sungai Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh guna mengurangi risiko dampak banjir di Kota Padang. Bencana banjir susulan sempat terjadi pada 2 Januari 2026 akibat intensitas hujan yang tinggi sehingga Sungai Batang Kuranji meluap.Â
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana, termasuk upaya normalisasi sungai untuk mengurangi risiko bencana berulang. âHarapan kami agar alur sungai kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat. Tentu prioritas utama adalah keselamatan masyarakat," kata Dody, Kamis (8/1)
Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Kementerian PU dengan fokus membuka dan mengarahkan alur sungai ke bagian tengah.Â
Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa kondisi sungai di lokasi Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, sudah mengancam badan jalan dan permukiman warga.
âSaat ini kami menangani dengan membuka alur-alur sungai dan mengarahkannya ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang mengancam jalan dan permukiman masyarakat dapat segera ditangani,â jelas Naryo.Â
Saat ini BWS Sumatera V telah menurunkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan, dengan 7 unit alat berat difokuskan di lokasi Sungai Batang Kuranji kawasan Batu Busuk. Penanganan darurat di lokasi ini selain normalisasi sungai untuk mengarahkan aliran juga mengembalikan jalan desa yg putus sepanjang 200 m dan ditargetkan berlangsung sekitar empat hari ke depan dapat selesai agar aktifitas masyarakat sekitarnya dapat normal kembali.
âHarapan kami, dengan penanganan dari Kementerian PU ini, dampak risiko banjir yang mengancam permukiman maupun jalan masyarakat dapat berkurang,â ujar Naryo.Â
Menurut Naryo, BWS Sumatera V juga akan berdiskusi dengan para akademisi untuk merumuskan penanganan sungai yang lebih komprehensif, mengingat fungsi Sungai Batang Kuranji saat ini dinilai telah berkurang hingga hampir 50 persen.
Naryo juga menyampaikan Kementerian PU meminta dukungan Pemerintah Kota Padang terkait ketersediaan lahan (land clearing) di sepanjang bantaran sungai apabila dilakukan penanganan secara jangka panjang agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar tanpa terkendala permasalahan sosial.Â
- Kota Padang
- Antisipasi Banjir
- Pemulihan Pascabencana
- Kementerian PU
- Normalisasi Sungai
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.