Foto: SCG dan Mitra10 Menghadirkan Program Trade-In untuk Membawa Solusi Penumpukan Elektronik Bekas
Direktur Utama Mitra10 Andi Totong (tengah) sedang mendengarkan penjelasan staf Mitra10 mengenai inisiatif “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!” di booth Mitra10 di sela-sela acara SCG ECG Symposium 2025 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (3/12). Program ini merupakan peran aktif SCG dan Mitra10 untuk meningkatkan pertumbuhan hijau yang berkelanjutan (sustainable green growth). Diketahui Indonesia menghasilkan sekitar 1,8–2 juta ton limbah elektronik setiap tahun, dan sebagian besar berakhir di TPA (Tempat pembuangan sampah akhir) atau dikelola melalui sistem daur ulang informal. Banyak konsumen tidak mengetahui cara yang benar untuk membuang peralatan elektronik lama mereka, dan fasilitas daur ulang resmi yang ada sering kali sulit dijangkau atau kurang praktis.
Direktur Utama Mitra10 Andi Totong (ketiga) mengikuti simposium mengenai inisiatif “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!” di booth Mitra10 di sela-sela acara SCG ECG Symposium 2025 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta. Program ini merupakan peran aktif SCG dan Mitra10 untuk meningkatkan pertumbuhan hijau yang berkelanjutan (sustainable green growth). Diketahui Indonesia menghasilkan sekitar 1,8–2 juta ton limbah elektronik setiap tahun, dan sebagian besar berakhir di TPA (Tempat pembuangan sampah akhir) atau dikelola melalui sistem daur ulang informal. Banyak konsumen tidak mengetahui cara yang benar untuk membuang peralatan elektronik lama mereka, dan fasilitas daur ulang resmi yang ada sering kali sulit dijangkau atau kurang praktis.
staf Mitra10 menjelaskan mengenai inisiatif “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!” di booth Mitra10 di sela-sela acara SCG ECG Symposium 2025 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (3/12). Program ini merupakan peran aktif SCG dan Mitra10 untuk meningkatkan pertumbuhan hijau yang berkelanjutan (sustainable green growth). Diketahui Indonesia menghasilkan sekitar 1,8–2 juta ton limbah elektronik setiap tahun, dan sebagian besar berakhir di TPA (Tempat pembuangan sampah akhir) atau dikelola melalui sistem daur ulang informal. Banyak konsumen tidak mengetahui cara yang benar untuk membuang peralatan elektronik lama mereka, dan fasilitas daur ulang resmi yang ada sering kali sulit dijangkau atau kurang praktis.
Staf Mitra10 menunjukkan produk bahan bekas elektronik dalam program inisiatif “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!” di booth Mitra10 di sela-sela acara SCG ECG Symposium 2025 di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (3/12). Program ini merupakan peran aktif SCG dan Mitra10 untuk meningkatkan pertumbuhan hijau yang berkelanjutan (sustainable green growth). Diketahui Indonesia menghasilkan sekitar 1,8–2 juta ton limbah elektronik setiap tahun, dan sebagian besar berakhir di TPA (Tempat pembuangan sampah akhir) atau dikelola melalui sistem daur ulang informal. Banyak konsumen tidak mengetahui cara yang benar untuk membuang peralatan elektronik lama mereka, dan fasilitas daur ulang resmi yang ada sering kali sulit dijangkau atau kurang praktis.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.