Kemenekraf Perkuat Kolaborasi Lewat Malaysia Islamic Art and Design
Selasa, 11 Nov 2025, 17:14 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif ingin memperkuat kolaborasi dengan pihak global melalui pemberian dukungan dalam penyelenggaraan festival Malaysia Islamic Art and Design yang rencananya akan digelar pada November 2026.
âLewat festival ini tentu Indonesia bisa membidik posisi sebagai kawasan ekonomi kreatif masa depan yang dinamis dan menguatkan kolaborasi lintas bidang seni, media, dan pendidikan," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/11).
Melalui audiensi dengan tim Malaysia pada Senin (10/11), Riefky berhadap dukungan yang diberikan dapat menciptakan multiplier effect bagi industri kreatif, sekaligus mengejar target pertumbuhan PDB, ekspor, investasi, dan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Dukungan dari pihak kementerian juga menjadi bentuk tanggung jawab untuk fokus pada akselerasi seperti menyediakan lebih banyak promosi dan jaringan untuk meningkatkan posisi tiap sub sektor ekraf bisa mengakses pasar global.
Terlebih festival itu dapat dijadikan sebagai platform budaya pertama di Asia Tenggara yang secara khusus mengangkat warisan seni dan desain Melayu-Islam.
Festival Malaysia Islamic Art and Design punya peran penting dalam peningkatan subsektor ekonomi kreatif, seperti pengembangan kapasitas talenta muda melalui program edukasi, workshop, residensi kreatif, dan lab Creative Exchange.
Director &Advisory Ltd Paulina Gallardo menambahkan festival memiliki format kegiatan sebagai pameran seni dan industri kreatif tahunan yang menampilkan warisan dan praktik kontemporer Melayu-Islam secara bergilir di negara-negara Melayu. Tujuannya untuk mempertemukan seniman, desainer, kolektor, dan institusi dari seluruh dunia untuk menciptakan koneksi atau kolaborasi.
Rencananya, kegiatan akan digelar November 2026 bertepatan dengan perayaan ulang tahun Sultan Brunei ke-80 dan lokasi acara bakal berada di Bandar Seri Begawan, Brunei.
âKetika berbicara tentang budaya melayu, tentu Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Singapura menjadi pasar terpadu yang paling dinamis untuk dieksplorasi secara keseluruhan," katanya.
President Katha Chitta Otis Hahijary turut menyampaikan pihak penyelenggara berharap bisa mendapat dukungan resmi dari Pemerintah Indonesia lewat endorsement atau kolaborasi untuk menyamakan visi dan strategi yang selaras sesuai dengan prioritas nasional ekonomi kreatif.
Apalagi nilai-nilai dasar dalam festival ini mengusung elemen arif (kebijaksanaan), santun, dan kasa (kekuatan) yang mewujudkan warisan Melayu-Islam sebagai identitas budaya yang berlangsung secara dinamis dan global.
âKami butuh semacam endorsement supaya kami bisa mengajukan ke sponsor korporasi dan mudah-mudahan acara ini tetap berlangsung tahun depan,â ujar dia. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Russia-Turki Menawarkan Diri sebagai Penengah, Iran Tetap Bersikeras Tolak Dialog
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.