Wamenkomdig: Literasi Digital Orang Tua dan Guru Kunci Cegah Ketergantungan Anak pada AI
Minggu, 09 Nov 2025, 13:35 WIBJAKARTA, KORAN-JAKARTA.COM -Â Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdig) Nezar Patria menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital bagi orang tua dan guru untuk mencegah ketergantungan anak terhadap teknologi dan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurut dia, penggunaan teknologi AI yang tidak terarah sejak usia dini dapat berdampak negatif pada perkembangan kemampuan berpikir anak.
âYang kita takutkan bukan anak-anak jadi makin cerdas dengan AI, tapi justru mengalami brain rot, otaknya tidak maksimal dipakai karena semuanya tergantung pada AI,â ujar Nezar dalam keterangan pers Kementerian Komunikasi dan Digital, dikutip dari Antara, Minggu (9/11).
Ia menjelaskan, orang tua dan guru yang memiliki pemahaman memadai tentang teknologi digital dan AI dapat berperan penting dalam membimbing anak menggunakan teknologi secara bijak dan proporsional.
âPeningkatan literasi digital ini penting agar anak-anak tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis dan tetap bisa mengembangkan kreativitasnya meski hidup di era serba digital,â ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menerima perwakilan Indonesia AI Institute di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Kamis (6/11). Ia mengapresiasi upaya lembaga riset tersebut dalam mengedukasi masyarakat terkait risiko penggunaan teknologi baru yang tidak tepat.
Nezar menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga riset diperlukan untuk memperkuat ekosistem pengembangan talenta digital di bidang AI serta meningkatkan kesadaran publik mengenai etika penggunaan teknologi tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Digital, lanjutnya, telah meluncurkan berbagai program pengembangan SDM di bidang teknologi, salah satunya AI Talent Factory yang bertujuan mencetak talenta AI berstandar global.
âTujuan kita adalah menyiapkan talenta AI yang bukan hanya pengguna, tapi juga developer. Karena itu, kita juga harus membangun ekosistem yang mampu memanfaatkan kemampuan mereka,â ujar Nezar.
Selain menyiapkan sumber daya manusia, pemerintah juga berupaya memastikan adopsi teknologi AI di Indonesia berjalan secara etis dan bertanggung jawab.
Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, serta tengah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional dan rancangan Peraturan Presiden tentang Etika AI.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial di era digital.
- artificial intelligence (AI)
- Nezar Patria
- Kemkomdigi
- Wamenkomdigi
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
Berita Terkait:
-
Bukan Cuma Jago Pakai AI! Polresta Cilacap Bekali Siswa SMAN 1 Kroya Agar Tak Tertipu Hoaks
-
Wamenkomdigi Ungkap Algoritma dan Disinformasi Jadi Tantangan Masyarakat Modern
-
Posko Darurat Dibuka di Banjarmasin, 103 Korban Virgo Transport 8 Dievakuasi
-
World Athletics Tetap Larang Atlet Russia, Sebastian Coe Akui Perlu Ada Solusi
-
Airlangga Pelajari Strategi Kanada Bangun Pusat Data AI, RI Siap Kejar Ketertinggalan?
-
La Liga Spanyol: Yamal Borong Dua Gol, Barcelona Hancurkan Valencia 5-0
-
AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.