Haaland, Kane, dan Mbappé Bersaing Ketat Jadi Penyerang Terbaik Eropa
Selasa, 21 Okt 2025, 08:28 WIBMANCHESTER, INGGRIS â Tiga penyerang paling mematikan di Eropa tengah terlibat persaingan sengit pada awal musim ini. Erling Haaland, Harry Kane, dan Kylian Mbappé sama-sama mencatatkan rasio lebih dari satu gol per laga, menandai start yang luar biasa baik di level klub maupun tim nasional.
Menjelang lanjutan Liga Champions pekan ini, ketiganya sudah bersaing ketat di daftar pencetak gol terbanyak kompetisi Eropa, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam perburuan Ballon dâOr 2025.
Erling Haaland (Manchester City - Norwegia)
Bomber asal Norwegia itu memimpin daftar pencetak gol dengan 23 gol dari 13 pertandingan, membantu Manchester City kembali bersaing di Liga Inggris sekaligus membawa negaranya mendekati putaran final Piala Dunia pertama sejak 1998.
Haaland hanya gagal mencetak gol sekali musim ini dan kini telah mencetak gol dalam 11 laga beruntun. Dua golnya ke gawang Everton akhir pekan lalu membuat total koleksinya di Premier League musim ini menjadi 11 gol.
Ia juga mencatat rekor luar biasa: tiga kali menjadi pemain tercepat yang mencapai 10 gol dalam satu musim Liga Inggris,masing-masing setelah 6 laga (2022), 5 laga (2023), dan kini 6 laga lagi.
âKalau Anda ingin menciptakan penyerang tengah ideal dari nol, lihatlah Haaland,â puji legenda Premier League Alan Shearer. âDia punya segalanya,gol, kecepatan, kekuatan, kemampuan duel udara, dan mental baja. Dia nyaris sempurna.â
Setelah sempat dikritik karena tampil kurang tajam untuk timnas Norwegia, kini Haaland membungkam semua keraguan dengan torehan 12 gol dalam 6 laga kualifikasi, membawa âgenerasi emasâ Norwegia selangkah lebih dekat ke turnamen besar pertamanya.
Harry Kane (Bayern Munich - Inggris)
Di Jerman, Harry Kane terus menunjukkan konsistensi luar biasa. Gol sundulannya ke gawang Borussia Dortmund pada laga Der Klassiker akhir pekan lalu menjadi gol ke-22 musim ini, membawa Bayern meraih kemenangan penting di Bundesliga.
Sebagai kapten Inggris, Kane juga telah mencetak tiga gol dalam tiga laga untuk membawa The Three Lions menjadi tim Eropa pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna: enam kemenangan dari enam pertandingan.
Sejak bergabung dengan Bayern pada tahun 2023, Kane menorehkan statistik mengagumkan: 104 gol dalam 107 laga, termasuk 19 gol dari 11 pertandingan musim ini di level klub.
Bayern tampak siap mempertahankan gelar Bundesliga, sementara misi pribadi Kane kini berfokus pada impian meraih trofi Liga Champions pertamanya. Ia sudah mengemas empat gol dalam kemenangan atas Chelsea dan Pafos, dan berpeluang menambah koleksi saat menjamu Club Brugge, Rabu mendatang.
Kylian Mbappé (Real Madrid - Prancis)
Sementara itu di Spanyol, Kylian Mbappé mulai menunjukkan performa yang diimpikan para pendukung Real Madrid. Setelah awal yang sulit pasca kepindahannya dari Paris Saint-Germain musim lalu, bintang asal Prancis itu kini menjadi pusat permainan tim asuhan Xabi Alonso.
Musim lalu, Mbappé mencetak 44 gol dalam 59 laga, dan kini semakin tajam sebagai penyerang tengah. Dalam 11 pertandingan awal musim ini di La Liga dan Liga Champions, ia sudah mengoleksi 15 gol, termasuk 10 gol di liga domestik dan 5 gol di Eropa.
Bersama timnas Prancis, Mbappé juga menjaga konsistensinya dengan 3 gol dalam 3 laga. Ia hanya sekali gagal mencetak gol dari 14 penampilannya musim ini, dan kini mencatat 11 pertandingan beruntun selalu mencetak gol.
Sejak 2017, Mbappé selalu menutup musim sebagai top skorer liga,enam kali bersama PSG dan satu kali bersama Real Madrid. Kecepatan, teknik tinggi, dan insting gol tajamnya menjadikannya ancaman konstan bagi pertahanan mana pun.
Pertarungan Menuju Takhta Eropa
Ketiga penyerang ini bukan hanya bersaing memperebutkan gelar top skorer Liga Champions, tetapi juga membangun kasus kuat untuk menjadi pemain terbaik dunia tahun depan.
Haaland dengan daya ledaknya di Inggris, Kane dengan efisiensi klinis di Jerman, dan Mbappé dengan kombinasi kecepatan serta naluri predatornya di Spanyol,mereka kini mewakili puncak evolusi penyerang modern Eropa.
Musim masih panjang, namun jika tren luar biasa ini berlanjut, persaingan menuju Ballon dâOr 2025 bisa jadi menjadi salah satu yang paling menarik dalam satu dekade terakhir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Liburan Mbappe Picu Kontroversi Jelang El Clasico, Fans Madrid Bereaksi Keras
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.