Tuntas Dibangun, Begini Penampakan Terbaru Jembatan Pandansimo Yogyakarta
Kamis, 09 Okt 2025, 16:47 WIBJAKARTA - Pembangunan Jembatan Pandansimo oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menandai babak baru konektivitas pesisir selatan Pulau Jawa yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tak hanya menjadi infrastruktur penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), jembatan dengan bentang utama 675 meter ini juga dirancang sebagai simbol harmoni antara kemajuan teknologi, kelestarian lingkungan, dan kearifan budaya lokal.
Membentang di atas Sungai Progo, Jembatan Pandansimo menjadi pembatas Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul dengan menghubungkan ruas CongotâNgremang dan ruas PandansimoâSamas. Kehadiran Jembatan Pandansimo juga melengkapi konektivitas jaringan Jalur Jalan Lintas Selatan atau ruas Pantai Selatan (Pansela) di wilayah DI Yogyakarta sepanjang kurang lebih 110 kilo meter (km). Â
âPengembangan jaringan jalan serta pembangunan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi masuknya investasi, mendukung pengembangan kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas antar pusat-pusat ekonomi regional,â kata Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Kamis (9/10).
Pembangunan Jembatan Pandansimo merupakan proyek strategis yang menghubungkan Desa Banaran di Kabupaten Kulon Progo dengan Desa Poncosari di Kabupaten Bantul. Jembatan ini dibangun sejak November 2023 dengan panjang penanganan mencapai 2.300 meter dan lebar rata-rata 24 meter. Konstruksi jembatan telah selesai pada Juni 2025 dengan biaya APBN senilai 863,7 miliar rupiah.
Jembatan Pandansimo dibangun dengan memperhatikan kondisi alam pesisir selatan yang dinamis serta aspek risiko gempa bumi dan likuifaksi. Struktur jembatan menggunakan Lead Rubber Bearing (LRB) yang mampu menyerap energi gempa dan mengurangi deformasi.Â
Selain itu juga dirancang dengan memanfaatkan Corrugated Steel Plate (CSP) yang ringan dan kuat sehingga lebih efisien dalam waktu pemasangan. Konstruksi Jembatan Pandansimo menggunakan Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall) untuk memperkuat oprit jalan dan mortar busa sebagai material pengisi ringan untuk mengurangi beban struktur dan getaran tanah.Â
Desain Jembatan Pandansimo memadukan nilai estetika modern dengan kearifan lokal Yogyakarta melalui elemen arsitektur yang sarat makna budaya. Representasi bentuk dasar gunungan wayang dihadirkan pada gapura dan lampu jalan sebagai simbol perjalanan dan keseimbangan antara alam serta manusia. Adaptasi sulur keris pada batang gunungan memperkaya detail visual sekaligus mencerminkan filosofi keteguhan dan keluwesan masyarakat Jawa.Â
Corak batik nitik dihadirkan sebagai sentuhan halus tradisi dalam struktur baja modern pada gunungan. Perpaduan ini menjadikan Jembatan Pandansimo bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga karya arsitektur yang menghidupkan kembali semangat budaya pesisir selatan Yogyakarta.Â
Infrastruktur Pendukung Ekonomi
Keberadaan Jembatan Pandansimo diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas antarwilayah, tetapi juga menjadi infrastruktur pendukung bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan distribusi hasil pertanian dan perikanan di kawasan pesisir selatan Yogyakarta. Pembangunan Jembatan Pandansimo akan membuka akses ke 2.164 hektare lahan pertanian di Kecamatan Galur, dengan potensi produksi lebih dari 9.000 kuintal hasil pertanian serta 13 ton hasil perikanan setiap tahunnya.Â
Selain itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi koridor wisata baru yang menghubungkan destinasi wisata bahari seperti Pantai Depok, Glagah, Hutan Mangrove, hingga wisata Kali Biru. Dengan rancangan arsitektur yang menggabungkan teknologi tahan gempa, estetika lokal, dan manfaat konektivitas perekonomian, Jembatan Pandansimo diharapkan menjadi salah satu contoh infrastruktur yang tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menyatukan nilai-nilai keberlanjutan, budaya, dan kehidupan masyarakat.Â
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Kementerian PU
- Jembatan Pandansimo
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
-
Apresiasi Para Pelaku Industri Keuangan, Media Asuransi Beri Penghargaan Top Digital Financial dan CFO Award 2026
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Pastikan Disiplin Petugas, PT KAI Daop 7 Intensifkan Inspeksi Malam di Perlintasan Sebidang
-
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Siap Dibuka Fungsional Saat Nataru, Progres Sudah 66,92 Persen
-
Sapu Bersih Sarang Narkoba! 24Orang Diangkut dari Kampung Ambon dan Boncos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.